Prancis Janji Lindungi Olahragawan

Jumat, 16 Januari 2015 00:05 WIB
Editor: Jhon Purba
 Copyright:

Tak hanya berjanji, Hollande menegaskan Islam sejalan dengan demokrasi. Aksi penyerangan teroris terhadap harian satir Prancis Charlie Hebdo menewaskan belasan warga, 7 Januari 2015.

Berbicara di Institut Dunia Arab di Paris, Hollande mengatakan Prancis bersatu dalam mengatasi teror. “Warga Islam Prancis memiliki hak yang sama dengan warga Prancis lain. Kita berkewajiban melindungi mereka," kata Hollande.

Hollande memastikan hukum harus diterapkan secara tegas di tempat-tempat beribadah seperti gereja, masjid dan sinagoga. Aksi anti-Islam dan anti-Yahudi harus dikecam dan dihukum.

Kalangan pesepakbola Muslim Prancis mengutuk serangan ke Charlie Hebdo. Masih diliputi ketegangan, beberapa pesepakbola Muslim mengakui serangan tersebut memberikan kesan negatif kepada Islam.

Dua bersaudara asal Maroko, yakni Youssof Hadji dan adiknya Mustapha Hadji, mengutuk serangan tersebut sehari setelah kejadian. Sebagi Muslim, mereka sangat kecewa dan merasa hancur.

“Pembunuhan ini tidak ada hubungannya dengan Islam, Islam melarang pembunuhan," ujar Youssof seraya menegaskan apa yang tertulis di dalam Alquraan sangat bertentangan dengan apa yang terjadi di Paris.

“Hari ini, jika kamu seorang Muslim, kamu harus menyatakan siapa dirimu. Oleh karena itu sangat penting untuk berbicara yang mungkin bisa membuat orang-orang menjadi lebih tenang.”

Pesepakbola Prancis yang beragama Islam menunjukkan dukungan untuk korban serangan Charlie Hebdo. Pemain dan penonton mengenakan kaos seragam dan bergabung dalam sebuah parade. Tidak semua pemain mengikuti Youssof karena tidak ingin mencampuradukkan politik dan olahraga.