Rapat Asian Games Diwarnai Aksi Walk Out

Selasa, 3 Maret 2015 17:46 WIB
Kontributor: Muhammad Effendi | Editor: Gema Trisna Yudha
© Muhammad Effendi/INDOSPORT
 Copyright: © Muhammad Effendi/INDOSPORT

Sumsel meninggalkan rapat yang dipimpin Komisi Olympic Solidarity KOI Anthony Sunaryo. Saat KOI memaparkan lokasi pertandingan masing-masing cabor yang menurut mereka merupakan rekomendasi dari pihak OCA, suasana pun mulai tegang.

Ketua Harian KONI Sumsel Musni Wijaya menyatakan, bila pihak Sumsel harus mengikuti rapat tersebut hanya mendengarkan pembagian cabor yang sudah di tetap oleh KOI, pihaknya memilih walk out.

"Ini tidak sesuai dengan ketentuan yang sudah disepakati sebelumnya. Apalagi selama ini kami jelas-jelas tidak pernah dilibatkan dalam penetapan pembagian cabor, silahkan saja anda meneruskan rapat dan kami putuskan keluar dari rapat," tegas Musni yang juga didampingi Kadispora Sumsel Ahmad Yusuf Wibowo.

Lebih lanjut Asisten III Pemprov Sumsel Ahmad Najib menjelaskan, Sumsel tidak pernah dilibatkan dalam proses penetapan lokasi pertandingan, apakah itu di Jakarta atau di Palembang. 

"Kami tetap mengacu pada ketentuan yang telah disepakati antara pihak OCA, KOI, DKI Jakarta dan Sumsel sebelumnya. Jadi, pihak KOI sudah seharusnya berlaku sebagai massenger antara pihak OCA dan host city dalam hal ini Jakarta dan Sumsel," katanya. 

Dia berharap KOI lebih bijaksana menetapkan pembagian cabor sesuai dengan kesiapan dan kemampuan. Jangan sampai lokasi pertandingan cabor-cabor yang telah direkomendasikan ke pihak OCA tidak bisa disanggupi oleh daerah penyelenggara.

"Sebelumnya dalam penandatangan penetapan tuan rumah penyelenggara sudah jelas bahwa host city adalah Sumsel dan DKI Jakarta. Kami kira penetapan lokasi pertandingan seharusnya berdasarkan usulan dari masing-masing daerah, penyelenggara duduk bersama KOI membahas dan menyampaikan sesuai kesiapan dan kesanggupan,"harapnya.

Rapat ini membahas sejumlah persiapan mengenai pelaksanaan Asian Games di Indonesia, diantaranya pembahasan kepanitiaan, pembahasan venue pertandingan serta hasil rapat kooordinasi dengan pihak olimpyc council of asia (OCA) 27 Januari lalu.