Ketua Umum KONI, Tono Suratman menyatakan bahwa pihaknya ingin bertemu langsung dengan IOC agar organisasi internasional ini mengetahui permasalahan penggunaan logo lima ring yang diperdebatkan antara KONI dan Komite Olahraga Indonesia (KOI).
"Tolong kita difasilitasi untuk bisa bertemu dengan IOC. IOC juga tidak tahu apa yang terjadi disini, jadi IOC perlu difasilitasi. Siapa yang memfasilitasi, ya yang punya akses kesana. Pertama pemerintah, kedua bu Rita (Subowo) sebagai wakil KOI," kata Tono Suratman saat menghadiri Musyawarah Nasional Ikatan Sport Sepeda Indonesia.
Kisruh kedua lembaga olahraga ini berawal dari penggunaan logo lima gelang Olimpiade oleh KONI. Penggunaan logo tersebut diprotes oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada April tahun lalu. KONI dianggap melanggar Piagam Olimpiade karena menggunakan logo tersebut tanpa seizin IOC.
Setelah KONI dan KOI dipisah berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, hanya KOI yang berhak memakai logo tersebut.
Namun, pada 9 Maret 2014, KONI kembali menggunakan logo lima gelang Olimpiade itu setelah menggelar Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa. Alasannya, KONI berniat mengusung semangat Olimpiade.
"Saya rasa tidak ada masalah kalau kita berbicara mengenai ring (logo yang dipakai KONI saat ini). Kita saja kemarin menang (di Pengadilan Niaga terkait kasus logo KONI)," tutup Tono.