Sekretaris Jenderal (Sekjen) Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI), Adiseno menyatakan bahwa persiapan kejuaraan arung jeram tingkat dunia ini sudah dilakukan sejak tiga tahun lalu.
“International Rafting Federation (IRF) menilai Sungai Citarik akan menjadi sungai terbaik untuk kejuaraan dunia,” jelas Adiseno saat melaporkan rencana kejuaraan kepada Menpora Imam Nahrawi di Kantor Kemenpora Senayan, Jakarta.
Kepada Menpora, Adiseno mengatakan bahwa Indonesia terpilih menjadi tuan rumah World Rafting Championship 2015 setelah dalam bidding mengalahkan tiga negara lainnya. “Mohon Bapak berkenan membuka atau menutup acara,” tambah Adiseno.
World Rafting Championship ke-11 digelar dua tahun lalu di Brasil. Ajang ini mempertandingkan 4 level yakni Open (semua umur), Youth (16-19 tahun), Junior (19-21 tahun) dan Master (diatas 40 tahun).
“Setiap level mempertandingkan empat nomor yaitu sprint, head to head, slalom, down river. Kejuaraan ini nantinya akan diikuti 80 tim dari 35 negara sekitar 800 orang akan datang ke Indonesia, mohon dukungannya,” tambah Ketua Harian FAJI, Amalia Yunto.
Menpora selaku pembina FAJI, turut bangga Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Arung Jeram. Ia berharap event ini berlangsung sukses, baik dari sisi penyelenggaraan. maupun prestasi karena atlet Indonesia akan berlaga di rumah sendiri.
Cak Imam bahkan mengusulkan agar digelar semacam ajang pemanasan agar masyarakat luas bisa mengetahui akan hadirnya kejuaraan bergengsi ini di Tanah Air. Ekpose iklan dari even akbar ini agar di galakkan sebelum diselenggarakan.
“Adakan semacam pra event agar masyarakat luas mengetahuinya untuk datang melalui sosial media sebanyak mungkin,” kata Menpora yang didampingi Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga, Faisal Abdullah.
Sebagai salah satu cabang berprestasi, Menpora juga berharap arung jeram ke depan akan memiliki “bapak asuh”. Sehingga cabang ini semakin berkembang di Indonesia dan prestasinya kian meningkat di level dunia.