Menpora Buka Papernas 2015

Jumat, 12 Juni 2015 18:50 WIB
Kontributor: Ginanjar | Editor:
© Ginanjar/INDOSPORT
 Copyright: © Ginanjar/INDOSPORT


Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Faisal Abdullah mengatakan Peparpenas VII/2015 Jabar ini diikuti sebanyak 850 atlet dari 34 Provinsi Indonesia. Dimana setiap provinsi hanya menyertakan 25 atlet saja dan 10 ofisial.

"Semua biaya akomodasi kita tanggung semua, sehingga kita batasi setiap daerah hanya boleh mengirimkan 25 atletnya," ungkap Faisal.

Faisal juga mengatakan ajang ini juga sebagai seleksi untuk Timnas Prima bagi atlet berkebutuhan khusus ini dan dipersiapkan untuk ASEAN Paralympic dan Rio Jenero Paralympic.

Pada gelaran itu akan dipertandingkan sebanyak lima cabang olahrgaa, yakni Renang, Tenis, Bulu Tangkis, Catur dan Atletik. 

Venue yang akan digunakan yaitu komplek olahraga Pajajaran dan juga fasilitas olahraga yang dimiliki Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Untuk akomodasi hotel, ia mengaku akan disesuaikan degnan venue cabang olahraga.

Sementara itu, Menpora, Imam Nahrawi mengatakan ajang ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi seluruh atlet, sehingga dapat terpilih untuk memperkuat timnas Prima yang dipersiapkan untuk menghadapi  ASEAN Paralympic dan Rio Jenero Paralympic mendatang.

"Ajang ini bukan hanya mencari menang dan berprestasi. Tapi‎ kita hadir untuk meningkatkan solidaritas sebagai sesama anak bangsa. Selain memberi prestasi, namun juga bisa memberi kebanggaan dirinya, keluarganya, provinsinya dan kedepan memberi kebanggaan kepada Indonesia," kata Imam.

Tentu saja, pihaknya akan memberikan penghargaan yang pantas kepada atlet yang mampu menunjukkan kualitas terbaiknya.

"‎‎Rasanya tidak terhormat kalau negara ini tidak memberikan penghargaan yang pantas, rasanya negara ini berdriskiminasi kalau ada perbedaan bonus. Rasanya kami berdosa kalau ada yang ingin jadi pegawai tapi tetap diskriminasi, dari Peparpenas ini kita bulatkan tekad bahwa kita sama dihadapan hukum dan bangsa Indonesia," katanya.

Bahkan, pihaknya pun mendapatkan dukungan dari Komisi X agar kedepannya para atlet ini berada dalam kondisi yang sama, seimbang dan sejalan.

"Ini menjadi tonggak bersama untuk masa depan. Pemerintah akan terus mendorong agar momentum tidak hanya sekarang ini, tentu akan terus kita lakukan, kita akan mendukung tidak hanya dengan regulasi dan anggaran tapi dengan sepenuh hati niat dan jiwa," tandasnya.