SEA Games Singapura 2015

Emas Indonesia Sesuai Prediksi Satlak Prima

Kamis, 18 Juni 2015 19:55 WIB
Editor:
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
 Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT

Perolehan medali emas Indonesia di ajang SEA Games Singapura 2015 kali ini, sebenarnya tidak meleset dari apa yang sudah diperkirakan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima). Dimana sebelumnya Satlak Prima menargetkan Indoneia memperoleh 46 medali emas.

“Sejak awal prediksi prima 46 medali, kita menentukan perolehan medali ini melihat track record atlet, Training Camp, dan try out-nya itu seperti apa, analisanya begitu. Kalau tiba-tiba menjadi runner up, saya tidak tahu landasan pak Djoko (Pekik) Indonesia bisa jadi urutan kedua,” ungkap Ketua Satlak Prima, Suwarno di kantor Satlak Prima, Senayan, Jakarta.

Selain itu, Suwarno juga menyayangkan peran serta Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang kurang mampu memperjuangkan cabang-cabang unggulan Indonesia dalam meraup pundi-pundi emas SEA Games.

“KOI harus memperjuangkan cabor-cabor potensial Indonesia di Multi Event, seperti Kempo, Karate, Angat Besi itu potensi emas tapi tidak dipertandingkan, ini kita kehilangan 33 medali emas dari SEA Games Myanmar kemarin. SEA Games, 28 cabor Olimpiade harus coba dimasukan, mustinya adda aturan seperti itu agar bias (peraihan medali) tidak banyak dalam cabor-cabor di SEA Games,” sambung mantan Pangdam Brawijaya ini.

Selain itu, untuk kedepannya Suwarno juga menyarankan agar cabang–cabang olahraga yang memang tidak berprioritas mendapatkan emas jangan dipaksakan untuk turun, karena hal itu malah akan memberikan kesempatan negara lain memperoleh medali emas. 

“Net Ball, Floor Ball, Petangue, Triatlon, Hoky, dan Rugby tidak masuk Pelatnas. Tapi ujung-ujungnya Hoky dan Petangue berangkat, dan apa, hasilnya nol (tidak dapat medali emas) mereka dipaksakan berangat,” tandas ia.

5