DPR Tekankan Kemenpora, KONI, dan KOI Lebih Bersinergi

Jumat, 19 Juni 2015 01:06 WIB
Editor:
© Ratno Prasetyo/INDOSPORT
 Copyright: © Ratno Prasetyo/INDOSPORT

Beberapa poin ada yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah dalam hal ini Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Salah satunya adalah segera menyelesaian konflik yang terjadi pada beberapa cabang olahraga tanah air, juga pembenahan stakeholder olahraga nasional, dan membenahi sinergitas antara KOI, KONI dan juga Satlak Prima.

"Perbaikan program kesejahteran atlet juga tidak kalah penting, seperti perbaikan tunjangan, asuransi atlet dan program jaminan masa atlet. Selain itu, sarana dan prasarana latihan atlet juga masih banyak yang dibawah standar kelayakan. Jadi sangatlah tidak pantas kalau menuntut prestasi atlet dengan dukungan yang minim dari pemerintah," ujar ketua Komisi X DPR RI, Teuku Riefky Harsya.

Walau kontingen Indonesia kali ini hanya mampu menempati urutan kelima dalam SEA Games Singapura 2015, Teuku Riefky tetap mengapresiasi perjuangan para atlet Indonesia.

"Pencapaian di SEA Games kali ini memang sangat memprihatinkan. Tetapi, kami juga mengapresiasi perjuangan para atlet di tengah keterbatasan dukungan pemerintah, dan belum optimalnya fasilitas yang diberikan selama latihan. Tetapi mereka tetap berjuang maksimal," sambung Teuku Riefky.

Menjelang ajang multi event seperti Olimpiade Brasil 2016 dan Asian Games 2018, Teuku Riefky menyarankan agar pihak Kemenpora mulai melakukan evaluasi untuk pengkategorian cabor-cabor prestasi.

"Kebijakan Menpora harus sudah terlihat terhadap pembinaan cabor prestasi pada perhelatan PON terdekat di Jawa Barat. Semestinya, dana pembinaan yang dikeluarkan negara diperioritaskan untuk cabor-cabor yang mempunyai jenjang prestasi ke SEA Games, ASIAN Games dan Olimpiade," tukasnya.

3