“Saat ini yang penting masalah venue, Palembang berapa, Jakarta berapa. Minggu ini Kemenpora akan kirim surat ke Gubernur DKI (Basuki Tjahaya Purnama), masalah GBK tidak mungkin bisa langsung selesai,” jelas Deputi V bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot Dewa Broto.
Hal ini juga sebagai salah satu langkah Pemerintah untuk mengurangi kesenjangan dengan Palembang terkait masalah venue pertandingan Asian Games 2018. Ini merupakan inisiatif Kemenpora yang menyarankan agar DKI Jakarta dapat menangani beberapa item venue di Jakarta.
“Kami inisiatif meminta kesedian DKI untuk menangani beberapa item venue di Jakarta. Maindset-nya, daerah nantinya akan bertanggung jawab dengan daerahnya masing-masing,” sambungnya.
Selain itu, pada tanggal 4 Agustus nanti, rencananya Pemerintah Indonesia juga akan bertemu dengan perwakilan OCA (Olympic Council of Asia) untuk melaporkan masalah venue dan Chief de Mission (CDM) Asian Games 2018 di Indonesia nanti.
Gatot menjelaskan bahwa masalah venue ini sebenarnya sudah sangat dipermudah oleh OCA.
"Tanggal 4 Agustus kita akan melaporkan masalah venue, dan chief de mission. Masalah venue, kami juga dipermudah oleh OCA, sebenarnya tidak banyak yang harus dibangun. Mereka juga meminta Indonesia untuk kesiapan atletnya, bahkan beberapa Negara sudah menawarkan untuk membantu atlet Indonesia,” pungkas Gatot.