Pemilihan Ketua Satlak Prima Akan Terbuka

Rabu, 26 Agustus 2015 20:01 WIB
Editor:
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Gatot S Dewa Broto. Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
Gatot S Dewa Broto.

Kemenpora memang berencana mengganti Ketua Satlak Prima saat ini. Sebab dalam proses kali ini, Kemenpora ingin terlibat dalam peningkatan prestasi olahraga Indonesia.

Nantinya para calon Ketua Satlak Prima akan diuji oleh beberapa penguji. Hal ini seperti diutarakana Juru  bicara Kemenpora, Gatot S Dewa Broto.

"Siapa yang menguji yaitu anggota Dewan Pelaksana Prima, plus satu tamu khusus yaitu Bapak Menteri (Imam Nahrawi)," jelas Juru Bicara Kemenpora,  Gatot S. Dewa Broto.

Dewan yang menguji adalah tujuh dari sembilan orang yang menjadi Dewan Pelaksana Prima.  Sementara dua lainnya yaitu ‎Francis Wanandi dan Richard Sam Bera tidak bisa ikut menguji. Francis berhalangan karena berada di luar negeri, sementara Richard masuk dalam bursa pencalonan Ketum Satlak Prima.

Masih menurut Gatot, masing-masing peserta akan diberikan waktu selama 30 menit untuk mengutarakan soal visi misi mereka. Sekaligus menjawab beberapa pertanyaan dari anggota dewan dan Menpora.

Selain itu Gatot juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengirimkan surat undangan kepada tujuh calon ketua baru Satlak. Mereka adalah Profesor Mulyana, Ahmad Sutjipto, Lukman Niode, Richard Sambera, Anton Subowo,  Suwarno dan Sadik Al Gadri.

"Kami juga mengirimkan beberapa kisi-kisi pertanyaan. Seperti bagaimana alur koordinasi yang ideal dalam menentukan atlet dan pelatih andalan? Atau konsep apa yang akan dipakai untuk mencapai target lima besar di Asian Games 2018. Kita akan pertanyakan itu," sambung Gatot yang ditemui di Media Centre Kemenpora.

Masih menurut Gatot, calon yang punya skoring tertinggi belum tentu dipilih. Keputusan akhir tetap di tangan Menpora. Sedangkan anggota Dewan tidak akan memberikan rekomendasi nama, namun hanya memberikan catatan di masing-masing calon untuk dipertimbangkan Menteri dalam mengambil keputusan.

"Nanti sifatnya interview dan pertanyaan bisa berkembang. Hasil dari pertanyaan itu akan skoring, yang kemudian langsung diberikan Bapak Menteri. Soal siapa yang bakal dipilih itu hak preogratif Menpora," pungkasnya.