Tujuh orang calon Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Kasatlak Prima) sudah melakukan fit and proper test di Wisma Kemenpora, di hadapan sembilan orang panelis secara bergantian. Mereka harus memiliki pandangan yang realistis.
"Tentu kriteria yang kami cari adalah orang yang mampu memberikan pandangannya secara realistis. Punya program kerja dan tahapan yang nyata. Kita juga butuh orang yang tidak hanya bercerita tentang data di masa lalu, tapi kita butuh orang yang punya solusi," jelas Gatot S Dewabroto di Wisma Kemenpora kepada rekan media termasuk INDOSPORT.
Selain itu, Ketua Dewan Pelaksana, Tono Suratman, menyebutkan keputusan soal siapa yang akan menjabat sebagai Kasatlak periode 2015-2019 akan diputuskan pada September 2015 mendatang. Nantinya mereka yang tidak terpilih akan tetap mendapatkan tempat di institusi terkait untuk membantu melaksanakan program Kasatlak Prima.
"Ini merupakan suatu langkah untuk mencari calon ketua satlak prima yang terbaik dari yang terbaik. Tentu hanya satu yang akan terpilih, dari yang tidak terpilih tentu masih ada wilayah-wilayah seperti Satlak Prima, KONI Pusat, yang bisa diisi," jelas Tono.
Bagi yang terpilih menjadi Kasatlak Prima, nantinya mereka harus siap melepaskan jabatan sebelumnya agar fokus dengan tanggung jawab selanjutnya.
"Nanti bagi yang terpilih harus fokus menjalani tugasnya. Jika masih ada jabatan yang dipegang di tempat lain, agar dilepas. Kita akan buatkan pakta integritas terkait hal ini nanti,"pungkas Gatot.