Olimpiade 2020

Diduga Jiplak, Tokyo Cabut Logo Olimpiade 2020

Selasa, 1 September 2015 15:17 WIB
Editor: Joko Sedayu
 Copyright:

Menurut laporan dari NHK dan TBS, keputusan tersebut diambil panitia Olimpiade Tokyo 2020, untuk menghentikan kasus memalukan bagi para pejabat Olimpiade di Jepang.

Pihak panitia menolak berkomentar mengenai laporan tersebut, namun mengatakan bahwa mereka akan menggelar konferensi pers Selasa (01/09/15) malam waktu setempat. Namun telah dipastikan bahwa panitia telah mencabut logo Olimpiade Tokyo 2020.

Logo yang didesain oleh seniman Kenjiro Sano itu, sejak Juli 2015 lalu menimbulkan perdebatan karena sangat mirip dengan logo karya seniman Belgia, Oliver Debie, untuk sebuah teater.

Debie menggugat Komite Olimpiade Internasional (IOC) ke pengadilan agar logo tersebut tidak dipakai.

IOC telah menolak tuntutan tersebut, dan pejabat Jepang hari Jumat lalu kembali menegaskan bahwa karya Sano tersebut asli dan tidak ada rencana menggantinya.

"Kami yakin logo tersebut asli, bukan jiplakan," kata Toshiro Muto, direktur Komite Olimpiade Tokyo pekan lalu, seperti dikutip dari ANTARA.

Logo Olimpiade Tokyo 2020 tersebut berbasis gambar huruf "T" disertai lingkaran merah.

Teater di Belgia juga memiliki kemiripan dengan lingkaran hitam.

Meski tetap membantah melakukan penjiplakan, Sano mengakui bahwa timnya menyalin disain-disain yang ditemukan di tas-tas untuk pernah digunakan dalam sebuah kampanye promosi bir unruk perusahaan minuman Jepang Suntory.

4