"Kita merasa optimistis bisa meraih juara umum lagi. Tapi kami tidak boleh mendahului Tuhan, yang penting kita berlatih keras karena masih ada waktu beberapa bulan persiapan," kata Ketua Umum National Paralympic Commitee (NPC) Indonesia, Shenny Marbun pada siaran pers yang diterima media di Jakarta, seperti dikutip dari ANTARA.
Pada ASEAN Para Games 2013 di Myanmar, Kontingen Indonesia mampu mengumpulkan 99 medali emas, 69 perak dan 49 perunggu. Raihan medali dinilai sangat istimewa karena hampir semua atlet yang dikirimkan mampu menyumbangkan medali.
Guna mempertahankan predikat juara umum pada ASEAN Para Games 2015, 3-9 Desember, Indonesia akan memberangkatkan 190 atlet difabel yang akan turun 12 cabang olahraga yaitu atletik, bulu tangkis, tenis meja, angkat berat, catur, panahan, seven sideball, tempin bowling, goal ball, renang, menembak dan tenis kursi roda.
Ada beberapa cabang olahraga yang diharapkan menjadi lumbung bagi Indonesia untuk merebut medali emas diantaranya, atletik, bulu tangkis, tenis meja, renang dan catur.
"Persiapan telah kami lakukan sejak awal tahun. Kami berharap, kontingen Indonesia mampu merebut 103 medali emas," kata Shenny menambahkan.
Shenny mengaku dengan perhatian yang tinggi dari pemerintah kepada atlet difabel diharapkan mampu meningkatkan motivasi sehingga membuat target yang ditetapkan tercapai. Apalagi bonus yang diberikan pemerintah juga tidak jauh dari atlet normal.
Selain bonus yang hampir sama, Kemenpora juga melibatkan atlet difabel dalam peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2015 di Istora Senayan, Jakarta, 9 September nanti. Atlet difabel asal Maluku, Adios Astan akan menerima bantuan hari tua.
Adios Astan merupakan salah satu atlet difabel terbaik Indonesia karena mampu menyumbangkan medali emas pada tiga ASEAN Para Games yaitu 2009, 2011, dan 2013.
"Adios Astan memenuhi kualifikasi mendapatkan penghargaan bantuan hari tua, selain karena prestasi, juga usianya sudah mencapai 46 tahun. Dia akan menjadi salah satu perwakilan olahragawan yang akan menerima penghargaan secara simbolis pada peringatan Haornas yang rencananya dihadiri Presiden Jokowi," kata Kepala Bidang Pengembangan Penghargaan Keolahragaan yang baru saja bergeser posisi menjadi Kabid Sarana dan Prasarana Olahraga Rekreasi Kemenpora, Bambang Siswanto.