Koordinator massa yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Rakyat Anti Narkoba dan Korupsi (Aranko), Nurhadi, mengatakan selama ini pihak KONI Jabar tidak pernah menyelesaikan pertanggung jawaban dana hibah dari APBD yang bernilai ratusan miliar.
"Kami kesal mengamati dan merasakan kinerja pengurus KONI Jabar. Utamanya LPJ kinerja dan keungan periode 2010-2014, hibah APBD Rp 367 miliar tak kunjung usai pertanggungjawabannya," kata Nurhadi di depan Kantor KONI Jabar, Pajajaran Bandung, Kamis (5/11).
Bahkan menurutnya, anggaran miliaran rupiah itu tidak sebanding dengan penyediaan barang dan jasa selama ini.
"Apapun bentuk penyediaan barang dan jasa lebih dari 200 juta harus melalui mekanisme lelang, bukan seperti ini, KONI melakukan tindakan sewenang-wenang," katanya.
Apalagi, lanjut dia, beberapa waktu lalu, salah satu oknum pengurus telah terjerat kasus narkoba. "Ada beberapa pengurus pusat yang terkena kasus narkoba. Kalau tidak dibersihkan dari sekarang mau kapan lagi? Karena ini harus ada perhatian khusus dari Pemprov Jabar maupun pemerintah pusat," tuturnya.
Untuk itu, pihaknya berharap oknum-oknum yang tak bertanggung jawab segera dibersihkan dari KONI Jabar. Apalagi dalam waktu dekat Jabar akan segera bertindak sebagai tuan rumah di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016.
"Kami dari Aranko ingin KONI ini dibersihkan. Bukan kita ingin menghambat PON, justru di sini lah kita mendukung Jabar ini menjadi ke satu," pungkasnya.