Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kementerian Olahraga dan Pemuda (Kemenpora), prestasi ini diluar dugaan karena sebelumnya kontingen Indonesia hanya ditarget masuk tiga besar. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kemenpora, prestasi ini diluar dugaan karena sebelumnya kontingen Indonesia hanya ditarget masuk tiga besar.
"Saat menjadi tuan rumah (di Surabaya pada 2012) kita hanya berada di posisi dua. Sesungguhnya peringkat bukan karena faktor tuan rumah, tapi tidak menjadi tuan rumah pun kita diberi berkah untuk menjadi juara umum tanpa diduga-duga," kata Akhyar Matra seperti dikutip dari Antara.
Raihan tertinggi pada sebuah kejuaraan bagi kontingen Indonesia bisa dikatakan sebagai hal yang luar biasa karena selama ini paceklik prestasi. Hasil pada ASG bisa dikatakan jadi sebuah kejutan, apalagi saat berangkat tidak ditargetkan untuk menjadi juara umum.
Dengan tidak ditarget tinggi, kata Akhyar, justru menjadi motivasi tersendiri bagi kontingen Indonesia untuk mengejar prestasi. Kondisi ini dibuktikan sejak hari pertama kejuaraan dua tahunan itu yang terus memimpin dalam perolehan medali.
"Mulai hari pertama hingga terakhir perolehan medali kita selalu diatas. Ini merupakan berkah yang luar biasa. Kita harus mensyukuri hasil ini," katanya menambahkan.
Rasa bangga terhadap kontingen Indonesia tidak hanya diungkapkan sang CDM Akhyar Matra, namun juga dikatakan Dubes Indonesia untuk Brunei Darussalam Nurul Qomar. Menurut dia, raihan prestasi kontingen Indonesia merupakan hasil kerja keras. Bahkan pihaknya memantau langsung pertandingan diantaranya bulu tangkis.
Kontingen Indonesia pada hari terakhir pelaksanaan ASG memborong beberapa emas. Dari bulu tangkis mendapatkan tambahan tiga emas, tiga perak dan tiga perunggu. Begitu juga cabang golf yang memberikan kejutan dengan meraih dua emas dan satu perak.
Untuk cabang olahraga pencak silat, kontingen Indonesia mampu mempersembahkan satu emas dan tiga perak. Emas sendiri dipersembahkan oleh Paksi Ghifari Nurgana. Dengan demikian total medali dari cabang pencak silat adalah enam emas dan empat perak.
Adapun sebaran medali lainnya adalah atletik meraih tiga emas, tiga perak dan dua perunggu. Bulutangkis meraih lima emas, tiga perak dan tiga perunggu. Golf dua emas, satu perak. Pencak silat enam emas, empat perak. Sepak takraw satu perak, satu perunggu dan renang meraih sembilan emas, 12 perak dan empat perunggu.
Berikut Klasemen akhir ASG 2015 Brunei Darussalam:
1. Indonesia (25 emas, 24 perak, 10 perunggu, total 59 medali)
2. Malaysia (20 emas, 14 perak, 22 perunggu, total 56 medali)
3. Thailand (13 emas, 31 perak, 26 perunggu, total 70 medali)
4. Vietnam (12 emas, 2 perak, 10 perunggu, total 24 medali)
5. Singapura (6 emas, 4 perak, 10 perunggu, total 20 medali)
6. Filipina (3 emas, 3 perak, 11 perunggu, total 17 medali)
7. Brunei (1 emas, 1 perak, 3 perunggu, total 5 medali)
8. Laos (0 emas, 1 perak, 2 perunggu, total 3 medali)