Olimpiade Rio de Janeiro 2016

Raja Okto Ingin Beri Pelayanan Terbaik untuk Atlet Indonesia

Rabu, 2 Desember 2015 20:41 WIB
Editor:
 Copyright:

Raja Sapta ikut Hadir dalam rapat kualifikasi dan Olimpiade 2016 Brasil di PP ITKON, Senayan, Jakarta. Dalam acara tersebut, Okto menjelaskan bahwa dirinya akan fokus dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk para atlet Indonesia yang turun dalam ajang empat tahunan tersebut.

“Saya kira tugas (CDM) pasti berat, tapi kita akan fokus pada atlet. Stretching tugas SDM yang utama beri layanan terbaik pada atlet, kami akan terus koordinasi dengan phak terkait apabila ada yang harus dilakukan,” jelas Raja Sapta di gedung PP ITKON.

Belajar dari pengalaman-pengalaman CDM terdahulu, Okto (sapaan Raja Sapta) langsung membentuk tim kecil yang berisikan 12 orang. Dimana ke-12 orang tersebut bertugas untuk membantu kinerja CDM dalam delapan bulan kedepan untuk berkomunikasi kepada masyarakat, atlet dan cabang-cabang olahraga.

“Kami langsung membentuk tim yang berisi 12 orang untuk membantu kinerja CDM dalam delapan bulan kedepan. Untuk berkomunikasi kepada masyarakat, atlet dan juga cabang-cabang olahraga. Kami mau memastikan keterlibatan masyarakat untuk mendukung atlet,” sambung pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PP ISI ini.

Tim yang dinamakan tim 12 tersebut baru dibentuk kemarin setelah menerima masukan referensi dari CDM yang lalu dan setelah melihat format Olimpiade London 2012 lalu. Referensi tersebut akan dimaksimalkan dan akan dilakukan evaluasi lagi untuk mengantisipasi apabila mendapat kejadian yang sama saat di Brasil nanti.

Selain itu, Okto juga melihat bahwa kendala saat ini yang paling terliht jelas adalah masalah akomodasi para atlet nanti saat di Rio de Janeiro, Brasil. Terlebih saat ini semua hotel ataupun wisma untuk menginap pelatih sudah banyak yang membooking, dan harus mencari akses lain untuk tetap bisa mendukung performa atlet yang akan berlaga di Olimpiade Brasil nanti.

“Di sana hotel sudah penuh, untuk akreditasi dari jumlah atlet yang berangkat hanya diberikan 50 persen, jadi hanya dapat 16 yang mendapat akreditasi tambahan. Tahap pertama bagi pekerjaan kami bukan Cuma melihat mereka sudah masuk, tapi banyak yang belum tahu batas waktu akhir memasukan poin dan pendaftaran di tutup,” pungkasnya.

4