Olympian Pinta KONI Segera Ganti Logo

Kamis, 3 Desember 2015 18:14 WIB
Editor:
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
 Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT

Salah satu Olympian Indonesia yang pernah turun membela Indonesia pada cabang olahraga gulat, Krisna Bayu berharap agar ketua KONI pusat, Tono Suratman bisa bersikap legowo dan bijak menyoali permasalahan logo yang melibatkan dua organisasi olahraga di Indonesia ini.

"Sebagai atlet Olympian, kami ingin ketua KONI pusat (Tono Suratman) bersikap legowo dan bijak. Ini supaya adik-adik kita tidak terganggu bermain di ajang internasional. Kalau ini terlambat (ditanggalkan logo lima ring KONI) bisa menghambat mereka di kancah internasional," jelas Krisna di gedung KOI, Senayan.

Langkah ini diambil oleh para atlet Olympian Indonesia demi menunjang kemajuan Indonesia di bidang olahraga. Juga mengantisipasi agar jangan sampai nama bangsa Indonesia tercoreng di mata Internasional.

Apalagi KONI dan KOI sendiri adalah rumah bagi para olahragawan di Indonesia, karena untuk apa latihan dan pembinaan dilakukan jika atlet-atlet Indonesia tidak bisa turun di kancah Internasional. hal itu dinilai para Olympian adalah sebagai pemborosan dana Pemerintah. Terkait hal tersebut, para atlet Olympian tersebut mendesak agar logo lima ring yang digunakan oleh KONI saat ini dikembalikan kepada yang berhak memilikinya.

"KONI dan KOI adalah rumah para olahragawan Indonesia, kami datang secara pribadi untuk menyuarakan hati kita. Kalau tidak bisa ikut ajang multi event, sama aja buang-buang duit Pemerintah, buat apa pembinaan kalau tidak bisa mengikuti multi event," sambungnya.

Ditemui ditempat terpisah, Kepala Komunikasi Publik Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Gatot Dewa Broto mengatakan bahwa sebenarnya Surat Peringatan (SP) ini seharus tidak keluar jika di bulan April lalu peringatan yang diberikan oleh Pemerintah dilaksanakan oleh KONI.

"Kenapa harus keluar SP, harapan kami jangan sampai ada Sp 1, SP 2, SP 3, harapan kami di respon. Karena sesungguhnya SP ini tidak perlu keluar kalau bulan April lalu dipatuhi, tapi hingga saat ini belum dipatuhi. Apalagi kalau Indonesia tidak me-remove (logo KONI) itu, Asian Games 2018 terancam batal. Bukan hanya itu, atlet-atlet kita juga tidak bisa berlaga di event internasional," jelas Gatot di gedung Media Center Kemenpora.

Berikut pernyataan resmi dari Olympian Indonesia:

1. Mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah untuk mendesak Ketua Umum KONI Pusat segera mengembalikan ring 5 kepada IOC untuk tidak digunakan sebagai bagian dari lambang / logo KONI.

2. Sebagai Olympian, kami ingin Ketua Umum KONI Pusat agar bersikap legowo dan bijak sebagai Patriot Sejati olahraga Indonesia yang memajukan martabat Bangsa dan Negara Republik Indonesia.

169