PON Jabar 2016 Siap Libatkan Lembaga Anti Doping

Jumat, 11 Desember 2015 08:16 WIB
Editor: Randy Prasatya
 Copyright:

"Tenaga pengawas doping di Indonesia sangat terbatas. Makanya kami terus mendorong pelatihan ini demi memerangi penggunaan doping dalam olahraga," kata Wakil Ketua Umum LADI, Yusuf Mujeni dilansir Antara.

Menurut dia, dengan bertambahnya kuantitas dan kualitas tenaga pengawas penguji sampel doping diharapkan memenuhi kebutuhan saat ini. Apalagi di Indonesia mulai banyak kegiatan olahraga baik level nasional maupun internasional termasuk PON 2016 di Jabar.

"Intinya kami ingin menegakkan anti doping sesuai dengan aturan yang ada," katanya pada pelatihan pengawas penguji sampel doping di Bandung, Jawa Barat.

Masalah doping dalam olahraga memang terus mendapatkan sorotan. Untuk itu pengawasan memang harus diperketat dan salah satu upayanya adalah dengan menambah jumlah petugas, pengawas maupun fasilitas pendukungnya.

Tidak hanya dilakukan untuk PON Jabar. Pengawasan juga akan dilakukan pada semua atlet yang akan bertanding pada Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro Brasil. Begitu juga dengan atlet yang disiapkan untuk kejuaraan internasional single event.

"Pada PON 2016 kita harus sukses ganda. Sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi yang terbebas dari doping," kata Yusuf Mujeni menegaskan.

Sesuai dengan aturan yang ada, atlet yang terbukti menggunakan doping akan mendapatkan sanksi tegas. Banyak atlet yang telah menerima sanksi termasuk atlet bulu tangkis asal Malaysia. Untuk itu, LADI terus berusaha menjalankan tugasnya sesuai standar baku dari World Anti Doping Agency (WADA).

2