Delapan cabang olahraga (cabor) akan dipertandingkan dalam ajang ini antara lain, taekwondo, sepakbola, handball, futsal, binaraga, panahan, karate, dan juga basket. Rencananya 3.193 atlet usia muda yang berusia 5 hingga 16 tahun akan berkompetisi dalam kejuaraan ini yang akan dibuka langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi.
“IYOS ini pembedanya adalah sebagai akar, sehingga lebih mengutamakan parenting (pembinaan). Karena para atlet usia dini ini, bagaimana kita menentukan karakter pendidikannya,” jelas ketua panitia IYOS, Yefi Triaji.
Nantinya, para atlet usia muda yang berprestasi di ajang ini akan secara langsung diarahkan ke cabor-cabor yang mereka kuasai. IYOS juga berencana akan menggelar turnamen serupa di sejumlah daerah di Indonesia untuk menjaring atlet-atlet berpotensi.
Hal serupa juga dikemukakan oleh Ketua Pelaksana IYOS 2015, Amartha yang menilai bahwa ajang ini adalah ajang untuk melatih atlet muda untuk berkompetisi dan bertanding di tingkat profesional.
“Ada segitiga kesuksesan di IYOS ini, yaitu anak itu sendiri, orang tua, dan pelatih. Jadi anak-anak ini kan butuh prestasi, tapi kan tidak bisa dipaksakan. Jadi ada jenjangnya mulai dari umur lima tahun, itu yang kita coba sosialisasikan kepada cabor-cabor untuk mendidik atletnya sejak usia dini,” jelas Amartha.