Target emas yang dipasang di Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro Brazil ini sebenarnya merupakan target wajar, karena sebelumnya Indonesia gagal meraih emas.
Demi mencapai tujuan tersebut, salah satu yang dilakukan pemerintah adalah merombak kepengurusan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima). Satlak Prima yang saat ini dikendalikan Ahmad Sucipto bertugas menyiapkan atlet yang siap turun di Olimpiade 2016.
"Semakin banyak atlet yang dikirimkan semakin bagus. Itu menunjukkan jika atlet nasional sudah memenuhi kualifikasi untuk bersaing di level tertinggi," kata Menpora Imam Nahrawi.
Hingga saat ini, Indonesia baru meloloskan 10 atlet dari tiga cabang olahraga, diantaranya adalah dari atletik yaitu Maria Londa, panahan Ika Yuliana dan Riau Ega serta atlet angkat besi di antaranya Eko Yuli dan Triyatno.
Selain itu, cabang lain yang diharapkan menyumbang atletnya ke Olimpiade adalah bulutangkis. Secara peringkat saat ini, Indonesia sebenarnya sudah banyak meloloskan atlet di antaranya pasangan Hendra Setiawan/Muhammad Ahsan dan Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir. Namun, kualifikasi cabang tepok bulu ini baru tuntas pertengahan 2016 mendatang. Pemerintah sendiri menargetkan 33 atlet lolos kualifikasi ke Olimpiade.
"Peluang untuk menambah atlet yang lolos kualifikasi memang ada. Makanya kami meminta semua pihak untuk berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan kesempatan yang ada," kata pria yang akrab dipanggil Cak Imam itu.
Selain itu cabang balap sepeda nomor BMX juga mempunyai peluang lolos ke Brazil lewat Elga Kharisma Novanda. Atlet asal Malang ini didorong mengikuti kejuaraan yang masuk kualifikasi agar peluang lolos olimpiade lebih besar.