Skandal korupsi yang menjerat tim atletik Rusia bahkan turut menyeret tiga pejabat senior Asosiasi Internasional Atletik Dunia (IAAF). Mereka mendapat sanksi larangan beraktivitas di kancah atletik seumur hidup karena terbukti menutupi hasil tes anggota tim atletik Rusia yang positif doping.
Sebagaimana dilaporkan Daily Mail, demi menjaga integritas di ajang Olimpiade Rio 2016 mendatang, desakan untuk mencoret tim atletik Rusia pun terus dikumandangkan. Pihak Rusia sendiri telah membantah segala tuduhan terkait masalah doping dan korupsi di tubuh tim atletik mereka.
Negara yang dipimpin oleh Perdana Menteri Vladimir Putin itu justru menuduh balik para reporter yang dianggap menyebarkan berita bohong. Tak sampai di situ, Rusia pun menganggap jika atlet negara lain cemburu pada mereka hingga mencari-cari kesalahan tim atletik mereka.
Presiden Atletik Rusia, Valentin Balakhnichev memutuskan mundur dari jabatannya setelah sejumlah skandal doping mencoreng citra negara tersebut. Laboratorium anti-doping milik Rusia di Moskow juga diduga sengaja menghancurkan 1.400 sampel atlet mereka yang menggunakan doping.