APC mematok harga sebesar 2,5juta dollat atau setata dengan Rp34 miliar jika Indonesia menjadi tuan rumah Asian Para Games 2018. Merespon hal tersebut, Kemenpora memandang masih perlu untuk negosiasi,
"Itu (biaya konpensasi tuan rumah) rasionalisasinya untuk apa, untung kita belum tanda tangan kontrak jadi masih bisa dinego. Di pertemuan Riyadh nanti harus kita tegaskan. Kita akan bayar, namun kita harus jual mahal karena mereka lagi butuh," ujar Menpora Imam Nahrawi.

Negosiasi biaya kompensasi tuan rumah tersebut akan menjadi salah poin yang disampaikan pada Executive Board Meeting APC di Riyadh, akhir bulan ini. Poin lain yang akan dibahas diantaranya terkait jumlah cabor yang dipertandingkan.
Menpora tentu sangat menyambut baik rencana Asian Para Games yang merupakan paket dari Asian Games 2018 di Indonesia. "Asian Para Games harus jadi obat dan dijadikan semangat serta motivasi baru. Kita harus tetap berjalan dan menyiapkannya," tutur Cak Imam.

Menurut buku pedoman (APC Handbook, Para Games Guideline, Asian Para Games Sport Rule, APC Technical Agreement), pembayaran kompensasi tuan rumah (right fee) sebesar USD 2,5 juta (Rp 34 miliar) dan pembayaran keuntungan marketing 40 persen atau maksimal USD 1 juta (13,9 miliar), pembagian hak dan keuntungan penyelenggaraan, dan ketentuan lainnya. Negosiasi nilai kontrak pembayaran kompensasi tuan rumah tersebut yang menjadi perhatian dan perlu dibahas matang.