Kemunduran jadwal sendiri dapat dipastikan setelah mendapatkan persetujuan dari seluruh pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), baik pusat/provinsi, dalam Rapat Koordinasi KONI beserta PB PON XIX dan Peparnas XV 2016 Jawa barat di Hotel Mason Pine, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (21/01/) malam.

Caption: Gubernur Jawa Barat yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PB Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016, Ahmad Heryawan
Gubernur Jawa Barat yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PB Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016, Ahmad Heryawan mengatakan pengunduran itu terpaksa dilakukan guna menghormati perayaan hari raya Idul Adha yang jatuh pada 12 September 2016 serta disertai hari tasyrik (hari penyembelihan hewan qurban tiga hari setelahnya, 13-15 September 2016).
"Ya, kita sudah melakukan koordinasi sebelumnya dengan KONI Pusat, dan rapat koordinasi ini memastikan legitimasi kesepakatan semua pihak," ujar Aher-sapaan akrabnya saat ditemui seusai menghadiri acara apel besar Pelatda PON XIX dan Peparnas XV 2016 di Lapangan Pajajaran Bandung, Jumat (22/01).
Aher tidak ingin penyelenggaraan PON menganggu berlangsungnya hari besar keagamaan.
"Jika jadwal tetap pada Idul Adha kan tidak mungkin ada pertandingan, atlet dan ofisial juga tidak mungkin pulang dulu. Maka, supaya tidak mengganggu kekhusyuan beribadah, ya sebaiknya diundur, dan semua sepakat, tidak ada masalah," jelasnya.

Caption: Logo dan maskot PON XIX Jawa Barat 2016
Disisi lain, Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Jawa Barat Yudha Munajat Saputra yang juga Sekretaris PB PON XIX mengatakan jika penyelenggaraan tetap dilaksanakan, maka akan terjadi pembengkakan biaya baik itu pihak penyelenggara maupun kontingen PON XIX sendiri.
"Jika digelar PON, lalu di tengah-tengah diliburkan, maka terjadi pembengkakan biaya. Satu hari libur saja bisa rugi Rp 12 hingga 13 miliar," tandasnya.