Indonesia memang akan menjadi tuan rumah pesta olahraga akbar Asian Games 2018. Namun, dalam perjalanan menuju menjadi tuan rumah, disinyalir akan terjadi penyalahgunaan anggaran.
Untuk meredam hal tersebut, Yayuk Basuki dari Komisi X DPR RI membentuk panitia kerja (panja) pengawasan Asian Games 2018. Sebab dia tak ingin nasib Asian Games akan menjadi percuma.

Legenda Tenis Indonesia, Yayuk Basuki yang kini menjadi anggota Komisi X DPR RI
“Komisi X membentuk Panja untuk mengawasi persiapan Asian Games 2018. Sebab kita takut bila lepas pengawasan dari kita maka Asian Games malah menjadi amburadul,” ucap Yayuk Basuki saat ditemui di Jakarta.
Memang Yayuk membuat Panja bukan tanpa alasan. Sebab, ia bersama rekan-rekannya telah mencium penyelewangan anggaran pada acara Sosialisasi Asian Games 2018 beberapa waktu lalu.
“Ada beberapa penemuan atau catatan pada akhir tahun lalu. Seperti pada sosialisasi Asian Games dimana menelan dana mencapai ratusan miliar,” ucap Yayuk.
Melihat dari acara yang berlangsung, mantan petenis itu menilai bahwa acara itu tidak harus menelan dana sebesar itu. Kini dengan adanya Panja nantinya akan lebih terkontrol dalam penggunaan anggaran.

Legenda Tenis Indonesia, Yayuk Basuki yang kini menjadi anggota Komisi X DPR RI
“Memang nanti ada anggaran untuk merenovasi GBK dan pembuatan apartemen atlet. Maka dari itu, kita kedepannya tak mau ada dana yang terbuang sia-sia,” beber Yayuk.
“Kita juga sudah konsultasi dengan BPK karena ini salah satu bentuk perhatian kita terhadap olahraga kita,” tandasnya.
“Saya juga tak ingin kasus Hambalang dapat terulang. Makanya jangan sampe anggaran terbuang sia-sia. Ya bila memang ada sisa lebih baik dikembalikan ke negara,” tandasnya.