Pria yang akrab disapa Emil itu mengatakan status GBLA di Bareskrim Polri sudah usai. Bahkan pemerintah kota setempat dipersilahkan untuk memperbaiki stadion tersebut.
"Saya sudah me-lobby sana-sini, ke Menpora, Kapolri. Dua pekan lalu sudah clearance dari Bareskrim soal GBLA. 10 Februari kita tetapkan untuk memperbaiki yang akan digunakan untuk PON (Pekan Olahraga Nasional) ke-19. Hukum tetap berlanjut, perbaikan fasilitas dipisahkan dari itu (hukum)," ujar Emil.

Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di Gedebage, Bandung

Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) rencananya akan dijadikan sebagai tempat pembukaan dan penutupan PON ke-19
Emil berharap proses perbaikan itu bisa dilakukan secepatnya, sehingga keinginan untuk menjadikan GBLA sebagai tempat pembukaan dan penutupan PON XIX/2016 bisa dilaksanakan.
"Kita harus kebut. Dan saya meminta bantuan termasuk dari KONI Kota Bandung dan Jawa Barat untuk melobby KONI pusat sesuai niatnya. Karena sangat disayangkan, stadion yang dibangun dari uang rakyat dan menghabiskan ratusan miliar kenapa tidak bisa dipakai," harapnya.
Terkait mengenai anggaran perbaikan GBLA, Emil memastikan tidak akan menggunakan dana APBD. Sebab anggaran pun masih tersisa sebelum GBLA dijadikan sebagai alat bukti dugaan korupsi yang dilakukan salah satu pejabat pemerintah kota Bandung.
Yang jelas, Emil berharap Surat Keputusan (SK) yang sebelumnya menunjuk Stadion Si Jalak Harupat sebagai pembukaan dan penutupan PON XIX bisa diubah
"Dulu SK karena tidak ada kepastian, dan latar belakang tidak ada keputusan, sekarang opsi satu udah muncul lagi, dan saya kira itu hanya persoalan administrasi," tandasnya.