Ahok Dikecam KONI Jatim Soal Bonus Atlet

Rabu, 10 Februari 2016 12:45 WIB
Kontributor: Fajar Kristanto | Editor:
© Ratno Prasetyo/INDOSPORT
Basuki Tjahaja Purnama Copyright: © Ratno Prasetyo/INDOSPORT
Basuki Tjahaja Purnama

Janji pemberian bonus sebesar Rp 2 miliar itu tersebut dikemukakan gubernur yang kerap disapa Ahok itu dalam rapat dengan KONI Jakarta, dan sejumlah instansi terkait di Gedung Balai Kota Jakarta, awal Januari lalu. 

Tapi, tujuan Ahok memberikan bonus dengan nilai fantastis itu dikecam Ketua Harian KONI Jawa Timur M Nabil karena dianggap bisa berdampak buruk pada pembinaan olahraga.

"Saya rasa ini tidak sehat untuk ke depannya. Banyak dampak negatifnya, salah satunya pembinaan di daerah yang sedang berkambang akan teramcam. Karena atlet bisa memilih daerah yang kaya," kecam Nabil ketika ditemui awak media di ruangannya, Rabu (10/02/16).

Apalagi, lanjutnya, sudah banyak daerah-daerah yang membina atletnya dengan baik. Bahkan sudah mampu meyumbangkan atlet untuk nama Indonesia. "Atlet-atlet ini membawa nama dan kebanggaan daerah. Kalau daerah mereka tidak mampu memberikan bonus seperti Jakarta, malah bisa-bisa tidak ada atlet yang mau dibina daerahnya sendiri," sindir Nabil.

Meski demikian, ia menyebutkan KONI Jawa Timur tidak terlalu percaya, Ahok akan benar-benar memberikan bonus Rp 2 miliar per medali emas. "Kami sendiri sebenarnya tidak terlalu percaya dan tidak terlalu panik dengan kabar itu. Tapi jika memang benar, menjadi preseden buruk bagi olahraga kita," ujar Nabil.

Lebih lanjut Nabil berharap KONI Pusat segera bertindak untuk menyelamatkan pembinaan olahraga dengan membuat regulasi pembatasan bonus, agar tidak terjadi kesenjangan terlalu jauh antar daerah. "Saya rasa KONI Pusat bisa melakukan. Yang penting ada kemuan dari pusat untuk menghentikan rencana Jakarta," ucap pria yang baru mengantikan posisi Dhimam Abror ini.

Menghadapi PON 2016 yang bergulir September mendatang, Jawa Timur akan menaikkan bonus bagi peraih medali emas sebesar Rp 200 juta. Pada PON Riau 2012 silam, Jatim memberikan bonus sebesar Rp 150 juta bagi tiap peraih medali emas. 

"Kami belum ada keputusan soal bonus. Karena bonus beregu dan ganda juga beda. Kalaupun ada kenaikan tidak terlalu jauh dari PON kemarin," tandas Nabil.

4