Menurut Kepala Komunikasi Publik Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Gatot Dewa Broto, meski beberapa venue olahraga bakal kembali dibangun ulang, namun ada beberapa bagian dari bangunan asli yang akan disisakan.
Hal tersebut menurut Gatot demi mematuhi undang-undang mengingat fasilitas olahraga di GBK memiliki nilai sejarah.
“Akan ada beberapa bagian yang disisakan seperti kolam renang itu nantinya akan ada bagian lorong yang dibiarkan sehingga ada yang tertinggal dari peninggalan Indonesia seperti yang masih dapat kita lihat di hotel kempinski dan bangunan gedung BCA. Karena jika kami rombak total kami akan kena sanksi undang-undang cagar budaya,” ujar Gatot kepada INDOSPORT.
Hampir keseluruhan venue olaharaga di GBK akan direnovasi, selain kolam renang yang paling besar mendapat perombakan. Namun pihak Kemenpora yang menyerahkan proses pembangunan GBK pada Kementerian Pekerjaan Umum tak menampik juga mengalami kendala jelang renovasi Juli mendatang.
“Hampir semua direnovasi selain kolam renang, stadion utama, panahan, kriket, tenis, basket, namun kami mengalami sedikit masalah untuk merenovasi venue rugby karena tempat olahraga rugby itu jika diperluas maka akan langsung bergesekan dengan venue olahraga lainnya, kami juga tak mungkin menggelar pertandingan rugby di lapangan sepak bola,” tambahnya.