Dokter Ini Bantah Berikan Doping ke Pesepakbola Liga Inggris

Senin, 4 April 2016 14:30 WIB
Editor: Fandy Hutari
 Copyright:

Surat kabar The Sunday Times telah merilis sebuah laporan yang dikeluarkan oleh dokter Mark S. Bonar yang mengklaim, ada 150 atlet papan atas Inggris, termasuk sejumlah pemain Liga Primer Inggris diduga telah menggunakan doping.

Namun, Bonar membantah artikel yang menyebut-nyebut namanya itu. Hal ini diungkapkan di media sosial Twitter miliknya.

"The @SundayTimesNews melakukan tuduhan palsu dan sangat menyesatkan. Saya tidak pernah memiliki hubungan dengan klub utama sepakbola atau pemainnya," tulis Bonar dalam akun Twitter-nya, @ZenGrifter.

Bantahan Dokter Mark Bonar terhadap tuduhan memberikan doping.

Ia kemudian melanjutkan, ia tidak pernah memberi resep terapi androgen untuk tujuan peningkatan kinerja para atlet.

Hal ini sekaligus menjawab tudingan praktik Bonar dalam dunia medis.Menurutnya, tak ada saran untuk zat yang ilegal, tapi mereka dilarang dipergunakan untuk olahraga.

Dalam artikel tertanggal 3 April 2015 berjudul "British doctor claims he doped 150 sports stars" disebutkan, para atlet menerima obat dari dokter Mark Bonar, yang bekerja di sebuah klinik swasta di London. Mereka sudah direkam dengan kamera tersembunyi oleh dokter itu.

Bonar sendiri memiliki klinik layanan profesional medis. Namun, klinik itu ditutup, setelah terungkap bahwa ia tidak memiliki izin praktik kedokteran di Inggris.

Sebelumnya, tiga klub Liga Primer Inggris telah membantah keterlibatannya soal doping. Atas tuduhan artikel itu, pihak Arsenal mengatakan, mereka sangat kecewa dengan terbitnya klaim tanpa dasar.

Pihak Chelsea mengatakan, klaim itu palsu dan sama sekali tanpda dasar. Para petinggi Leicester juga membantah hal itu.

Menanggapi laporan ini, asosiasi sepakbola Inggris (FA) langsung mengeluarkan pernyataan tegas bahwa pihaknya akan segera melakukan investigasi dan penyelidikan mendalam terhadap klub-klub Inggris yang diduga telah terlibat.

"Ini adalah tuduhan yang sangat serius. Dengan demikian, FA menyambut keputusan Badan Anti-Doping Inggris untuk segera memulai kajian independen terhadap laporan yang diajukan oleh The Sunday Times," tulis rilis yang dikeluarkan FA.