'Ingin Dongkrak Prestasi, Optimalkan Sport Science'

Kamis, 7 April 2016 14:41 WIB
Editor:
 Copyright:

Optimalisasi pemanfaatan peralatan tersebut bisa dilakukan dengan melakukan sosialisasi, menggelar pelatihan, melakukan kerjasama dan kegiatan-kegiatan lain yang melibatkan pembina, pengurus, dan atlet agar mereka paham dan terbiasa menerapkan peralatan sport science sebagai tolak ukur dan dasar analisa dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga nasional.

“Sejumlah peralatan sport science yang canggih di RSON kini sudah bisa dimanfaatkan. Sekarang peralatan mahal itu harus dioptimalkan pemanfaatannya agar prestasi olahraga kita meningkat dan dapat mengejar ketertinggalan dari negara lain yang sudah lebih dulu menggunakannya,”ujar Menpora Imam Nahrawi seperti rilis yang diterima INDOSPORT. 

Seperti diketahui, ada 8 peralatan sport science canggih di RSON yang sudah berfungi, ada standar prosedur operasional (SOP) dan standar pelayanannya. Yaitu pengukuran kapasitas Paru, pengukuran kapasitas Jantung, pengukuran Vo2 max, pengukuran tingkat metabolisme tubuh, pengukuran persentase lemak dan distribusinya, pengukuran densitas tulang, pengukuran kekuatan otot tubuh dan pengukuran postur tubuh. Peralatan canggih dan mahal yang serba digital dan komputer ini berasal dari Eropa dan Amerika.

“Satlak Prima, KONI atau KONI Derah dan para pelatih silahkan memanfaatkan alat tersebut. Peralatan mahal itu dibeli dengan uang rakyat, jadi harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk meningkatkan prestasi olahraga yang membanggakan masyarakat,”tambah Cak Imam.

Guna mensosialisasikan pemanfaatan peralatan tersebut, belum lama ini Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PP-PON)  Kemenpora menyelenggarakan pelatihan penerapan Iptek bagi pemuda berprestasi di bidang olahraga di Wisma Sugondo, Cibubur. Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 150 pelatih silat dari Jabodetabek dan beberapa koya di P.Jawa seperti Jogjakarta dan Banjarnegara.