Sumber pendanaan yang akan digunakan untuk membangun tiga fasilitas proyek untuk Asian Games tersebut akan diambil dari APBD DKI Jakarta senilai Rp4,5 Triliun. Launching untuk pembangunan LRT, Velodrome, dan renovasi venue Equestarian pun dilakukan bertepatan dengan ulang tahun Jakarta.
“Kami sudah mempersiapkan dan bertepatan pada hari ulang tahun (HUT) DKI Jakarta ke-489, ketiga proyek penugasan yakni LRT Jakarta, Vlodrome, dan Equestrian kami launing bersama, untuk prioritas rute yang akan dibangun Kelapa Gading-Velodrome-Rawamangun,” ujar Presdir PT Jakpro, Satya Heragandhi.
Pembangunan Velodrome yang diperkirakan akan menelan biaya USD40 juta atau setara Rp500 miliar akan melibatkan kontraktor yang telah berpengalaman. Velodrome (stadion balap sepeda) milik Indonesia itu nantinya digadang-gadang bakal menjadi velodrome terbaik.
“Kita nantinya akan memiliki velodrome tercantik di ASEAN dan pembangunannya diawasi langsung oleh Union Cycliste International (UCI),” tambah Satya.
Equestrian (wahana ketangkasan berkuda) yang bakal dibangun di lahan seluas 35 hektare digadang-gadang juga akan menjadi fasilitas berkuda berstandar internasional.
Pembangunannya pun akan diawasi langsung oleh Federasi Equestrian Asia (Asian Equestiran Federation/AEF) dan akan mendapat sertifikasi bebas penyakit kuda (Equine Disease Free Zone).