Asisten Pelatih Paralayang Papua, Stev Dumbon menjelaskan, parasut yang digunakan oleh atlet paralayang Papua saat ini memang sudah tidak layak pakai.Pasalnya, parasut tersebut telah digunakan sejak tahun 2007.
“Peralatan belum ada, sehingga anak-anak terpaksa gunakan peralatan lama untuk latihan, sambil menunggu peralatan baru yang dibeli oleh KONI Papua,” ujar Stev kepada INDOSPORT, Senin (27/06) kemarin.
Stev menjelaskan, sesuai ketentuan dalam technical handbook PON Jawa Barat, usia parasut yang digunakan di PON tidak boleh lebih dari lima tahun.
"Jadi, provinsi lain sudah gunakan peralatan baru, kita saja yang ketinggalan, masih gunakan yang lama,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Satgas Papua Bangkit KONI Papua, Jhony Banua Rouw mengatakan, sebelum cabor Paralayang bertolak TC di Malang Jawa Timur, pihaknya sudah mengingatkan soal peralatan.
"Jadi, sebelum berangkat, kita rapat dan saya tanyakan, kalau mau berangkat, latihan pakai peralatan mana, katanya peralatan lama masih bisa dipakai, dan mereka menjamin itu. Sementara peralatan yang baru sudah kita diajukan untuk pembelian,” kata Jhony.
Lanjut Jhony, dalam pengadaan peralatan cabor Paralayang pun ditemukan perbedaan harga antara cabor dengan Satgas KONI Papua, sehingga kita minta untuk direvisi kembali harganya.
"Jadi, cabor paralayang usulkan lima peralatan baru, yang kita setujui dua yang menjadi prioritas. Karena ada nomor paralayang yang dilombakan di PON XIX Jabar 2016, tidak dilombakan di Papua pada PON XX Tahun 2020,” ucapnya.