Usai Euro 2016, Prancis Kembali Diguncang Teror

Jumat, 15 Juli 2016 08:20 WIB
Editor: Mitjanna Lotusina Rangkuti
 Copyright:

Kembali dirundung malam yang suram, teror terjadi di bagian selatan Prancis tepatnya di kota Nice. Saat itu warga sedang merayakan Bastille Day, perayaan nasional di Prancis mengenang penyerbuan Bastille. Parade militer tertua di Eropa ini selalu diadakan setiap 14 Juli.

Sebuah truk melindas dengan kecepatan 60-70 km per jam ke arah ratusan warga yang sedang menonton pentas kembang api. Setidaknya 73 orang tewas dan 150 luka-luka akibat aksi teror ini. 

Antoine salah satu warga menjadi saksi mata. "Kami sedang berada di pantai Neptune saat kembang api baru saja selesai. Saat itulah kami melihat truk putih melaju."

Polisi setempat langsung bergerak cepat, baku tembak terjadi setelah truk menabrak ratusan orang. Senjata api dan granat ditemukan di dalam truk. Organisasi ekstrim, ISIS mengaku bertanggung jawab atas teror ini.

Sejak menjadi tuan rumah Euro 2016, Prancis memang acapkali diguncang teror. Sebelum Euro 2016 berlangsung, aksi teror juga terjadi sesaat sebelum laga persahabatan dengan Belanda di Stade de France. Saat penyelenggaraan Euro, sejumlah orang ditangkap karena memiliki rencana laksanakan aksi teror. 

Aksi teror yang terjadi malam waktu setempat di Nice tersebut dikabarkan memakan korban jiwa sebanyak 77 orang. Klub Ligue 1 yang bermarkas di kota tempat berlangsungnya teror itu, Nice dalam akun Twitter resmi mereka juga mengutuk aksi tersebut. 

172