Olimpiade 2016

Diizinkan Tampil di Olimpiade, Rusia Main Mata dengan Presiden IOC

Senin, 25 Juli 2016 13:49 WIB
Editor: Mitjanna Lotusina Rangkuti
 Copyright:

Presiden IOC, Thomas Bach, tampaknya tidak punya taring untuk membersihkan Olimpiade dari penggunaan doping. Bach dan dewan IOC lainnya dianggap tidak memberikan keputusan yang seharusnya diambil terkait kasus doping yang menimpa atlet-atlet Rusia.

Para atlet Rusia diputuskan diperbolehkan ikut berpartisipasi di Olimpiade 2016 nanti. Padahal sebelumnya kontingen Rusia terancama tidak ikut memperebutkan medali di Brasil karena positif menggunakan doping.


Vladimir Putin (kiri) dan Thomas Bach.

Rusia sendiri diselidiki mengatur dan membolehkan penggunaan substansi terlarang pendorong performa atlet. Namun, 12 hari sebelum perhelatan dimulai keputusan baru ini keluar dari IOC.

IOC melimpahan tanggung jawab penetapan akhir soal kasus doping kepada tiap-tiap federasi cabang olahraga. Alhasil, melihat keputusan tak biasa ini Bach pun jadi sorotan.

Ternyata, usut punya usut, Presiden IOC yang berdarah Jerman itu dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Kecurigaan terhadap hubungan Bach dan Putin pun muncul dengan adanya perubahan keputusan ini.

Banyak foto-foto menunjukkan kedekatan antara keduanya. 


Bach (kiri) dan Putin terlihat dekat di beberapa acara.

Pertama kali dipilih sebagai kepala IOC pada 2013, Putin adalah orang pertama yang menelepon Bach di mana ketika itu Rusia menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin.

Selama masa kepemimpinannya di IOC, Bach yang dulunya adalah peraih emas untuk olahraga anggar ini sudah menjadi pengunjung tetap Rusia sejak tiga tahun lalu.

Hubungan antara Rusia dan Komite Olimpiade menjadi sorotan setelah organisasi anti-doping WADA melaporkan adanya pengaturan penggunaan doping oleh negara itu dari 2011 hingga 2015.

Dilansir Daily Mail, sampai saat ini, Bach tidak dapat dihubungi oleh jurnalis mana pun terkait keputusannya kemarin.

45