Sebagai ketua kontingen, Okto, panggilan akrab Raja Sapta Oktohari, memang memiliki tugas berat untuk memastikan segala kebutuhan para atlet terpenuhi.
Tanggung jawab keberhasilan kontingen Merah Putih juga secara tidak langsung berada di pundaknya.
Terkait pemilihan Maria Londa sebagai pembawa bendera di parade pembukaan Olimpiade pun sempat dipertanyakan.
Namun, Oto menegaskan jika keputusan itu dibuat, tak lain mengingat prestasi yang ditorehkan Maria sebagai atlet pertama yang lolos ke Olimpiade Rio.
“Alasannya karena prestasi, tidak ada alasan lain. Para atlet bulutangkis tidak bisa mengikuti pembukaan karena ada pertandingan, saya tidak ingin para atlet terbebani dengan urusan parade pembukaan ini,” ujar Okto saat dihubungi INDOSPORT.

Raja Sapta bukanlah orang baru di dunia olahraga, hingga saat ini ia masih menjabat sebagai ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) periode 2015-2019.
Pengusaha muda yang djuga dikenal sebagai promotor tinju itu juga pernah menjadi ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2011-2014.
Peran Okto sebagai CDM diharapkan mampu memberi kekuatan lebih bagi kontingan Tanah Air di Olimpiade.
Indonesia diharapkan mampu mempertahankan tradisi emas di event empat tahunan tersebut, memgingat CDM Indonesia sebelumnya di Olimpiade London 2012, Erick Thohir gagal memimpin kontingen mempertahankan tradisi medali emas.