Olimpiade Rio de Janeiro

Tinjau Latihan Tim Panahan Olimpiade, Menpora Ingatkan Memori 1988

Senin, 25 Juli 2016 15:20 WIB
Editor:
© Info Kemenpora
Menpora Imam Nahrawi saat meninjau dan berdialog bersama para atlet Pelatnas Panahan untuk Olimpiade 2016 Rio de Janeiro yang berlatih di lapangan panahan kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jak Copyright: © Info Kemenpora
Menpora Imam Nahrawi saat meninjau dan berdialog bersama para atlet Pelatnas Panahan untuk Olimpiade 2016 Rio de Janeiro yang berlatih di lapangan panahan kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jak

Tim panahan Indonesia mengirimka 4 atletnya ke Olimpiade 206 atas nama Ika Yuliana, Riau Ega Salsabila, Muhammad Hanif dan Hendra Wijaya.

Sebelumnya hanya dua orang (kategori perseorangan putri) yang lolos ke Olimpiade, kemudian tim panahan putra menyusul setelah meraih emas pada kekuaraan dunia Panahan di Antalya Archery Club Field, Turki beberapa waktu lalu.

Terkait hal tersebut Menpora, Imam Nahrawi yang hari ini mengunjungi latihan tim panahan di lapangan panahan Senayan, Jakarta menyatakan harapannya agar cabor ini bisa kembali meraih medali. Konsentrasi, keyakinan dan kesungguhan dinilainya bisa menjadi modal penting para atlet yang akan bertanding di Olimpiade mendatang.

“Medali pertama Indonesia kan dipersembahkan oleh panahan pada Olimpiade 1988, saya cuma mengatakan bahwa kemenangan sudah ada dihati kalian, yang lainnya itu adalah doa dan motivasi. Harus ada konsentrasi, keyakinan, serta kesungguhan,” ujarnya saat ditemui di kantor Kemenpora.

Cak Imam juga meminta agar para atlet tidak usah memikirkan bonus yang dijanjikan, mereka hanya diminta untuk memberikan penampilan terbaiknya.

“Kalau soal bonus segala macam biarkan saja, mereka hanya perlu memberikan yang terbaik,” sambungnya.

Dalam sejarah olimpiade, panahan merupakan cabor pertama yang menyumbang medali bagi kontingen Indonesia. Yakni lewat trio srikandi Nurfitriyana S Lantang, Lilies Handayani dan Kusuma Wardhani yang sukses meraih perak pada Olimpiade 1988 di Seoul, Korea Selatan.