Sisi Hitam Kota Penyelenggara Olimpiade 2016: Antara Limbah dan Aksi Gangster
Seperti dilansir dari The Wall Street Journal berdasar laporan dari Rio de Janiero Institute of Public Security, aksi penculikan dan penjambretan di kota ini pada 2014 melonjak tajam.
Untuk kasus penculikan, jika pada 2013, di Rio de Janiero terjadi hampir 10ribu kasus penculikan maka pada 2014 melonjak menjadi 11,747 kasus penculikan. Hal sama juga terjadi untuk kasus penjambretan, pada 2014 tercatat terjadi 40ribu kasus penjambretan, melonjak hampir 100 persen lebih di 2013.
Kasus-kasus kriminal tersebut seperti laporan dari osac.gov biasanya menimpa turis asing dan terjadi di waktu malam hari. Untuk pelaku terindentifikasi berasal dari geng-geng kriminal yang terorganisir.
Untuk solusi, pemerintah setempat Rio pada 2016 jelang Olimpiade sebenarnya sudah berupaya menekan aksi kriminal. Salah satu solusi jangka pendek yang mereka terapkan ialah dengan meluncurkan program Favela pacification program. Ini merupakan program menangguhan kejahatan dengan memaksimalkan peran serta masyarkat setempat.
Selain itu, pemerintah kota Rio juga menyarankan untuk para turis atau kontingen negara peserta Rio untuk tidak berpergian ke daerah-daerah perbatasan kota Rio seperti kawasan Foz de Iguazi, ini merupakan salah satu kawasan paling berbahaya di Rio de Janiero.
Untuk mencegah terjadinya aksi kejahatan berikut nomor hotline aparat keamaan lokal Rio de Janiero yang bisa dihubungi:
Polisi Militer wilayah Ipanema: (21) 2332-2074 (24 jam)
Polisi Militer wilayah Lagoa: (21) (21) 2332-2912 (24 jam)
Polisi Militer wilayah Copacabana: (21) 2332-7913 / 14 (24 jam)
Polisi Militer wilayah Flamenco: (21) 2334-3972 / 4126 (24 jam)
Polisi Militer wilayah Leblon: (21) 2332-2877 / 2866 (24 jam)
Polisi Militer Nomor Darurat: 190 (24 jam)
Polisi : (21) 3399-7170
Polisi khusus turis : (21) 2332-2924
Pemadam Kebakaran: 190 atau 193
Ambulan: 192
Bahkan laporan dari numbeo.com menyebutkan bahwa Rio de Janiero memiliki level kriminal yang sangat membahayakan. Jika diukur, level kriminal di Rio de Janiero mencapai angka 90,27 persen.
Teranyar, eks pesepakbola timnas Brasil yang pernah membela Inter Milan dan AS Roma, Adriano bahkan dikabarkan bergabung dengan geng kriminal.