Olimpiade Rio de Janeiro

Sisi Hitam Kota Penyelenggara Olimpiade 2016: Antara Limbah dan Aksi Gangster

Rabu, 3 Agustus 2016 15:17 WIB
Editor: Galih Prasetyo
 Copyright:
Limbah berbahaya

Hal yang juga paling mengkhawatirkan di Rio de Janiero ialah soal limbah pabrik dan sampah. Seperti laporan rioonwatch.org, Rio de Janiero menghasilkan sampah mencapai 10ribu ton tiap harinya. 

Bahkan permasalahan limbah di Rio de Janiero sudah jadi masalah klasik yang bertahan hampir 20 tahun lamanya dan belum ada solusi konkrit untuk menyelesaikannya. 

Salah satu lokasi di Rio de Janiero yang jadi sorotan terkait limbah ini ialah pantai Guanabara yang disebut banyak kalangan sebagai 'jamban raksasa'. 

Voa juga melaporkan bahwa pencemaran limbah berakibat pada polusi air di Rio de Janiero berada di level merah. Bahkan pantai Guanabara yang jadi salah satu venue untuk olahraga air dipenuhi oleh kotoran manusia bercampur dengan limbah rumah tangga dan industri. 

Investigasi dari kantor berita Associated Press menemukan virus dan bakteri dengan tingkat yang berbahaya dari saluran pembuangan di tempat-tempat para atlet akan berkompetisi dalam cabang-cabang olahraga air pada Olimpiade dan Paralimpik 2016.

Dalam pengujian independen pertama untuk virus dan bakteri di lokasi penyelenggaraan Olimpiade, AP melakukan empat putaran pengujian mulai bulan Maret. Hasilnya mengejutkan ahli-ahli internasional dan mencemaskan para atlet yang berlatih di Rio, beberapa diantaranya telah jatuh sakit disertai demam, muntah dan diare.

Salah satu korban yang polusi air di Rio de Janiero ialah atlet layar, David Hussl. Hussl yang merupakan atlet layar dari Jerman dilaporkan menderita sakit. 

"Saya menderita panas tinggi dan perut bermasalah usai berlatih di sekitaran pantai Guanabara," kata Hussl seperti dilansir dari VOA. 

72