Sambutan 'Panas' dari Brasil untuk Olimpiade 2016

Kamis, 4 Agustus 2016 18:29 WIB
Editor: Mitjanna Lotusina Rangkuti
 Copyright:

Kedatangan kontingen dari negara-negara peserta dan pencinta olahraga ke Rio de Janeiro tentu berdampak positif pada bisnis di kota tuan rumah Olimpiade 2016 ini.

Penginapan, restoran, dan tempat-tempat hiburan diprediksi akan dipenuhi turis. Hal ini dilihat sebagai sebuah kesempatan seumur hidup untuk mendapatkan uang berlimpah oleh Juliana.

Juliana adalah seorang wanita penghibur yang bekerja di sekitar Pantai Copacabana di mana atlet voli pantai akan berkompetisi.

Dilansir dari Daily Mail, wanita berumur 23 tahun ini melihat peluang melipatgandakan keuntungan dalam 'bisnis'nya. "Atlet-atlet datang untuk memenangkan medali emas tapi Saya akan memenuhi dompet dengan emas," kata Juliana.


Seorang wanita penghibur di Brasil bernama Juliana berharap dapatkan untung besar selama Olimpiade 2016.

Juliana terlihat menggoda dengan bikini saat berjalan-jalan di Pantai Copacabana. Pantai yang akan digunakan sebagai arena kompetisi voli pantai.

Wanita bertubuh aduhai ini hanyalah salah satu dari 12 ribu pekerja seks yang siap menawarkan jasa kepada 400 ribu turis.

Meski prostitusi legal di Brasil, aparat kepolisian dikerahkan untuk mengamankan perdagangan seks selama Olimpiade dan Paralimpiade berlangsung.

Juliana yang menggunakan nama Bruna saat melayani kliennya tidak khawatir dengan fakta tersebut. "Kenapa Saya harus was-was? Mereka (polisi) juga klien Saya kok," kata Juliana.

Banyak gadis Carioca, sebutan untuk penduduk lokal, memilih menjadi pekerja seks karena bisa berpenghasilan tinggi. Mereka sering dibayar dalam mata uang asing seperti Dollar Amerika. Juliana bisa mendapatkan 2 ribu dollar atau Rp26 juta dalam waktu semalam dengan satu klien. 


Juliana sedang beroperasi di area bisnisnya, Pantai Copacabana, Brasil.

Menurut Juliana, pekerjaannya ini juga dianggap sebagai profesi yang lumrah. Dia pun tak khawatir soal virus Zika dan meyakini bahwa penyebarannya tidak bahaya seperti yang diberitakan.

"Semua klien diharuskan menggunakan kondom. Ini sudah standar operasi," jelas Juliana.

Sebelumnya, diinformasikan bahwa panitia Olimpiade kontingen Indonesia membagikan 42 kondom untuk setiap atlet yang berkompetisi nanti.

134