Kejadian ini terjadi berdekatan dengan tempat dibukanya Olimpiade 2016 di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Brasil. Di mana terdapat sesosok pria yang sudah tak bernyawa tergeletak di luar stadion tersebut.
Menurut laporan dari USAToday, lelaki tersebut bernama Ronaldo Marques de Souza, warga asli asal Brasil yang masih berusia 22 tahun menjadi korban penembakan dari petugas keaman setempat.
Menurut pernyataan dan pengakuan dari pihak kepolisian, Ronaldo terlihat mencurigakan karena menyerang beberapa orang yang kurang lebih berjumlah lebih dari 53 ribu peserta yang ingin keluar dari stadion.

Tak ingin terjadi kejadian yang tak diinginkan, ia pun langsung menerima tembakan yang langsung membuatnya terkapar dan meninggal dunia. Menariknya, pihak kepolisian merahasiakan identitas anggotanya yang melepaskan tembakan tersebut.
Uniknya lagi, seorang fotografer Associated Press yang juga namanya tidak ingin disebutkan memiliki pandangan yang berbeda dengan pihak kepolisian tersebut.
Ia mengatakan jika tidak lama setelah acara pembukaan Olimpiade, dirinya mendengar ada beberapa tembakan yang keras. Lalu, dirinya juga sempat melihat sosok penembak tersebut yang melarikan diri ke arah tempat parkir.

Atas kejadian ini, beberapa polisi dan tim medis pun juga telah tiba di lokasi untuk melakukan perawatan kepada beberapa korban yang darahnya mengalir ke jalan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian di Rio masih terus melakukan penyelidikan. Kasus penembakan ini merupakan yang kedua di Olimpiade, di mana sebelumnya seorang diplomat asal Rusia diduga melakukan pembunuhan karena melindungi dirinya sendiri dari aksi perampokan yang menimpanya.
Namun tindakan tersebut justru dibantah oleh kedutaan Rusia, karena mereka mengatakan tidak ada anggotanya yang terlibat dalam kasus tersebut.