Perbaiki Prestasi Olahraga, Kemenpora Contek Ilmu dari Negara Ini

Jumat, 19 Agustus 2016 15:19 WIB
Editor: Yohanes Ishak
© Yves Lacroix/Badminton Photo
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Copyright: © Yves Lacroix/Badminton Photo
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir

Negara tersebut adalah Singapura, tentu bukan tanpa alasan Kemenpora ingin meniru apa yang dilakukan Singapura dalam bidang olahraga. Pasalnya negara tersebut pernah dinobatkan sebagai kota olahraga terbaik di Asia, dalam Sport Accord International Convention 2015 lalu di Quebec, Kanada.

Hal ini pula yang mendorong Kemenpora untuk melakukan pembinaan terhadap atlet Indonesia agar bisa berprestasi tidak hanya dari sisi olahraga, tetapi juga akademik. Namun, hal tersebut hanya berlaku bagi para atlet tertentu atau yang memang terpilih. 

“Kita akan meniru Singapura, atlet mereka itu sampai sekolah ke luar negeri. Kita akan sediakan beasiswa, tetapi hanya atlet yang elit dan ini yang akan kita coba tata ulang,” ujar Deputi IV Kemenpora Bidang Prestasi dan Olahraga, Gatot S. Dewa Broto.

“Sekarang jauh lebih baik, tetapi masih ada yang harus dievaluasi dan satu poin lagi kami belajar dari beberapa event terakhir, misalnya di usia muda kita sukses seperti kemarin di Asean School Games, tetapi saat di elit mereka tidak sesukses sebelumnya karena ada banyak masalah,” sambung Gatot yang juga merupakan juru bicara Kemenpora tersebut.

Singapura sendiri memang dikenal sebagai negara kecil dengan keterbatasan lahan. Akan tetapi mereka mampu membuktikan diri menjadi yang terbaik dengan menggelar ajang balap mobil paling bergengsi, Formula1.