SEA Games 2017

SEA Games 2017 Hanya Jadi Ajang Pemanasan Kontingen Indonesia

Selasa, 30 Agustus 2016 14:57 WIB
Editor:
© lanjar wiratri/INDOSPORT
Ahmad Sutjipto, Ketua Umum Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima). Copyright: © lanjar wiratri/INDOSPORT
Ahmad Sutjipto, Ketua Umum Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima).

Ketua Umum Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), Ahmad Sutjipto, menyebut jika di masa depan Indonesia berharap SEA Games dapat meningkatkan prestasi negara-negara Asia Tenggara di Asian Games. 

Terlebih lagi, di SEA Games tahun depan, Indonesia terancam kehilangan 31 medali emas karena 10 cabor andalan yang tidak dipertandingkan.

“Artinya kita jadikan SEA Games jadi ajang untuk meningkatkan performa di ajang Asian Games. Asia Tenggara itu tak dominan di Asian Games masih kalah dengan Asia Timur, dengan Timur Tengah juga masih kalah. Mari kita sepakat agar SEA Games dijadikan alat untuk meeningkatkan performa di Asian Games, itu harapan Indonesia,” ujar Ahmad Sutjipto kepada INDOSPORT.

Meski hanya menjadikan SEA Games sebagai ajang pemanasan jelang Asian Games 2018, namun Indonesia tak tinggal diam melihat 10 cabor pendulang emas dihapus Malaysia sebagai tuan rumah. Sutjipto mengklaim jika pihaknya akan melakukan efisiensi atlet untuk SEA Games sehingga hanya atlet berpotensi yang akan dikirim untuk merebut emas.

“Kami masih berusaha menawar dengan malaysia agar 10 cabor itu bisa dipertandingkan. Kami bersikap realsitis, kami hanya kirimkan atlet yang bepreluang mendapat medali. Dulu kami sempat menjadikan SEA Games sebagai jang persaudaraan, namun akhirnya kami jadikan sebagai siklus untuk Asian Games,” beber mantan Kepala Staf Angkatan Laut periode 1999-2001 tersebut.

“Tidak ada niatan untuk taking part di sana (SEA Games) kami hanya mengirimkan atlet dari 17 cabang olahraga. Indonesia dikirim untuk merebut medali ada cabang-cabang olahraga yang sangat populer yang akan dikirimkan seperti sepakbola dan pencak silat. Paduan dari ini hanya sekitar 250 atlet yang dikirim tapi punya winning rate yang tinggi dibanding tahun lalu kita kirim 400 tapi tidak ada hasilnya,”