Masjid kecil yang dulunya masih mushola tersebut ternyata menjadi tempat bersejarah bagi Menpora Imam Nahrawi ketika memulai perjalanan hidupnya hijrah dari Madura ke Surabaya.
Menpora pada tahun 1996 ketika masih kuliah Universitas Islam Negeri Surabaya (UINSA) menyambi sebagai guru dengan mengajar ngaji di musala tersebut.
"Musholla ini memiliki perjelanan dan sejarah yang luar biasa bagi saya, dulu saya sering mengajar ngaji dan tidur di tempat ini," kata Menpora.
Ketika sampai di masjid tersebut Menpora langsung mengambil air wudu untuk melakukan salat dzuhur berjamaah.

Beberapa orang yang dulu menjadi teman Menpora mengajar ngaji dan tidur di mushola tersebut juga ikut sholat berjamaah, Menpora pun menjadi imam dalam sholat tersebut. Usai sholat Menpora memberi menceritakan masa-masa remajanya ketika mengajar ngaji di masjid ini.
"Masya Allah, saya senang bisa bertemu dengan teman-teman saya yang dulu sama-sama berjuang menjadi ta’mir di masjid ini. Dulu ketika saya mengajar ngaji di sini masih musholla dan Alhamdulilah sekarang sudah menjadi masjid. Dan yang paling mengesankan, waktu itu sekitar tahun 1996 saya hanya dibayar 50 ribu setiap bulan untuk mengajar ngaji, dan itu semua saya lakukan dengan ikhlas," kata Menpora.
Menpora juga bernostalgia dengan melihat meja untuk mengajar ngaji yang sampai sekarang masih ada, bahkan lantai tempat dia tidur juga masih utuh.
Hubungan Menpora dengan tetangga sekitar masjid juga sangat baik, Menpora juga berjalan keliling menyapa para tetangga sebelah masjid. Yang menarik Menpora juga bertemu dengan salah satu murid nya yang dulu dia ajar mengaji.
"Ya Allah, bagaimana kabarmu? sehat gak?," kata Menpora kepada salah satu muridnya yang disapa dengan Eni.
Salah satu teman Menpora di masjid tersebut Usman Mpan atau yang biasa dipanggil Mbah Londo mengatakan senang bisa bertemu Imam Nahrawi yang sekarang bisa menjadi seoarang menteri.
"Saya senang mas, dulu saya makan, tidur dan ngajar ngaji bersama Pak Imam, sekarang sudah menjadi menteri. Saya sangat senang melihatnya," kata Mbah Londo.