Olahraga Indonesia Ingin Maju, Cara Kampus di Amerika Serikat Ini Patut Ditiru

Sabtu, 17 September 2016 13:35 WIB
Editor:
 Copyright:

Mau tak mau, suka atau tidak suka, olahraga saat ini akan selalu bertautan dengan nilai-nilai komersialisasi. Tak ada yang mengharamkan hal tersebut dilakukan, karena efeknya pun bisa membuat olahraga itu lebih maju. 

Hal ini juga yang dilakukan oleh banyak negara di dunia, Amerika Serikat salah satunya. Menariknya, Amerika Serikat tidak hanya memfokuskan nilai komersialisasi pada olahraga. 

Seperti dilansir dari nytimes.com, sejumlah lembaga pendidikan di Amerika Serikat saat ini terus memajukan nilai komerisialisasi pada kompetisi-kompetisi olahraga tingkatan Univeristas untuk menjadi kompetisi semi pro yang bisa dinikmati oleh khalayak ramai di saluran televisi nasional. 

Satu langkah maju yang belum banyak dilakukan oleh negara lain, termasuk Indonesia. Sebetulnya langkah lembaga pendidikan Amerika Serikat bukan hal baru. 

Pada era 90-an, seorang ekonom bernama William F.Shughart II menulis esai di The Wall Street Journal. Dalam esainya tersebut, Shughart mengatakan, 

"Mengapa sistem kredit akademik di kampus malah mengajarkan hal tidak bernilai, mengapa tidak ajarkan mereka untuk berlatih tembakan tiga angka untuk bisa dijual," tulis Shughart. 

Esai Shughart kemudian coba dijalankan oleh beberapa universitas di Amerika Serikat. Hasilnya? Pada April 2016 lalu, National Collegiate Athletic Association (NCAA) menandatangani kontrak dengan CBS dan Turner Broadcasting untuk durasi 8 tahun dengan nilai 88juta dollar untuk menyiarkan pertandingan liga atletik antar kampus. 

Itu dari satu cabang, dari kompetisi American Football tingkatan universitas kabarnya nilai kontrak bisa mencapai 500juta dollar per tahun. Bahkan salah satu kampus, Texas A&M akan jadi kampus pertama yang mendapat masukan mencapai angka 200juta dollar per tahun karena kompetisi yang mereka helat. 

Sejumlah Amerika Serikat menekankan pada peserta didiknya bahwa belajar di kelas dan berlatih di lapangan bukanlah kegiatan yang terpisah. Universitas di Amerika Serikat bukan berarti tidak mempedulikan nilai akademik. 

Univesitas Colorado misalnya, mereka membuat kurikulum yang terstruktur dan berkesinambungan antara mata kuliah di luar olahraga dengan kegiatan mahasiswanya di bidang olahraga. 

"Mahasiwa di sana (Universitas Colorado) juga menambah kepintarannya dengan pelajaran seperti sejarah olahraga, hukum olahraga, bahkan sampai keuangan olahraga," urai Shughart.

Kesimpulannya, Amerika Serikat memperhatikan betul bahwa prestasi akademik bisa ditunjang dengan prestasi non akademik seperti jadi atlet profesional namun juga memiliki gelar setelah lulus dari universitas. 

23