PON Jabar 2016

Setelah Sepakbola dan Polo Air, Giliran Cabor Wushu yang Ricuh

Rabu, 21 September 2016 17:41 WIB
Kontributor: Ginanjar | Editor: Hendra Mujiraharja
 Copyright:

Kericuhan terjadi saat Dewan Wasit, memutuskan pertandingan dimenangkan atlet Sumut, Rosalina tepat di ronde ketiga. Padahal saat itu, Selvia yang merupakan atlet Jabar mendominasi serangan dan beberapa kali mampu melancarkan pukulan disertai tendangan.

Keputusan tersebut tentu saja mengundang tuan rumah naik pitam. Bahkan pelatih Wushu Jabar, Albert Maweru pun mendatangi meja dewan wasit terkait poin yang diberikan untuk Sumut.

"Protes ini bukan saya arogan atau sok-sok an sebagai tuan rumah, tapi ini olahraga dan harus pakai bahasa sportivitas. Kasian atlet yang sudah berlatih keras selama satu tahun, justru dikalahkan oleh wasit," ujar Albert saat ditemui di sela-sela pertandingan.

Menurutnya, atlet andalannya ini beberapa kali melakukan pukulan dan tendangan dengan baik, namun tetap tak satu pun poin didapatkan.

"Tapi di ronde pertama dan ketiga, Selvi menang telak. Kalau dari sisi penilaian saya, skor mereka bisa terpaut tiga sampai empat poin," tuturnya.

Disisi lain, Ketua Pengprov Wushu Indonesia (WI) Jabar, Edwin Sendjaya ‎mengaku sangat kecewa dengan keputusan yang dilakukan wasit dan juri. Hal ini dinilainya sebagai sebuah tindakan aib bagi cabang olahraga wushu.

"Ini tidak hanya terjadi pada kami, tapi juga di final pertama di kelas 48 kilogram putri antara Friska Ria Wibowo dari Jambi melawan Junita Malau dari Sumut. Seharusnya Jambi yang menang, tapi laga justru dimenangkan Sumut‎. Kita bukan orang bodoh, pertandingan ini kan disaksikan oleh orang-orang yang paham akan pertandingan ini," katanya.

Edwin mengatakan, protes yang diajukan bukan karena Jabar sebagai tuan rumah. Namun sebagai upaya untuk menuntut keadilan. Bahkan saat diklarifikasi kepada wasit juri, memang ditemukan ada beberapa kejanggalan.

"Bagi kami, tidak boleh ada satu kontingen pun yang dirugikan. Maaf kalau ada penonton yang tidak nyaman, tapi ini kita lakukan untuk keadilan. Ini selalu terjadi setiap pelaksanaan, kalau wushu ingin maju, ini perlu dilakukan untuk sebuah kemajuan," jelasnya.

Saat ini, hasil pertandingan final di kelas 52 kg putri sendiri masih dalam penilaian ulang melalui pemutaran video. Pertandingan sendiri sempat terhenti hampir satu jam lebih dan harus dilanjutkan dengan pertandingan selanjutnya.

157