Sebelumnya, kontingen asal Sulteng tersebut baru saja mengikuti cabang Muay Thai yang menjadi cabang eksebisi di PON Jabar 2016. Mereka kemudian kehabisan dana sebelum bisa kembali ke kampung halamannya.
Setelah beberapa lama terlantar di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, kini rombongan tersebut sudah berada di Wisma Pemerintah Propinsi Sulteng, Jakarta. Meski sempat mengalami kejadian yang tidak mengenakkan, nyatanya hal itu tidak membuat atlet muda Sulteng patah semangat.
“Menurut saya memang agak kurang perhatiannya. Gimana ya, susah diungkapkan dengan kata-kata. Sudah komunikasi dengan orang tua juga, dan mereka sempat kecewa anaknya dalam keadaan seperti itu,” ujar Irfan salah satu atlet Muay Thai Sulteng yang berhasil meraih medali perunggu.

“Meski ada kejadian seperti ini, saya tetap akan berusaha dan tetap di Muay Thai karena ini kan hobi, sudah tidak bisa lepas, bisa dibilang jiwa saya ada di sini,” terangnya saat dihubungi INDOSPORT.
Sementara itu Iwan Said juga sempat menyayangkan sikap kurang peduli pemerintah daerahnya terhadap keberlangsungan olahraga. Hal itu pula yang membuat pelatih tim Muay Thai Sulteng menilai provinsi tersebut tidak pernah bisa bersaing di ajang olahraga nasional.
“Dengan kejadian seperti ini biar mereka (Pemerintah Sulteng) terbuka. Kita bisa lihat prestasi Sulteng di PON selalu di bawah tidak pernah ke papan tengah, itu karena pemerintahnya kurang peduli,” tandas Iwan.