PON Jabar 2016

Jaga Netralitas, Cabor Balap Sepeda Libatkan Tenaga Asing

Sabtu, 24 September 2016 10:01 WIB
Editor: Rizky Pratama Putra
 Copyright:

Panpel Jabar 2016 mengaku akan lebih serius dalam menangani cabor yang berlaga di PON Jabar 2016. Salah satunya cabor balap sepeda yang akan menggunakan tenaga asing.

Kehadiran tenaga asing ini akan membantu proses pencatatan waktu dalam perlombaan. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga netralitas dan sportivitas.

 "Kami tidak main-main untuk mempersiapkan kejuaraan ini. Demi menekan kesalahan, kami mendatangkan teknisi khusus untuk pencatatan waktu dari Hongkong. Ini kami lakukan untuk kebaikan kita semua," kata Ketua Panpel Balap Sepeda, Ato Hermanto seperti dikutip dari Antara.


Salah seorang atlet balap sepeda asal Riau saat memasuki garis akhir di PON Jabar 2016.

Padahal, untuk mendatangkan tenaga asing ini dibutuhkan biaya yang tidak murah. Pihak Panpel mengaku harus mengeluarkan anggaran sebesar Rp300 juta untuk tenaga asing tersebut.

"Kita ingin semuanya 'ngahiji'. Kita harus mengutamakan persatuan. Inikan olahraga, semuanya harus sportif. Sebenarnya kami bisa menyediakan teknisi yang murah. Tapi rawan, demi sportifitas kami memilih menggunakan pihak netral," kata pria yang juga Ketua ISSI Jawa Barat ini.

Pencatatan waktu ini akan dikonversi menjadi sistem pencatatan digital. Setiap sepeda akan dipasangi transponder yang akan mencatat waktu dengan lebih akurat.

Hal ini sudah dilakukan untuk nomor Mountain Bike (MTB). Sementara itu nomor lain seperti downhill race, track, hingga BMX akan mengadopsi teknologi serupa.