Bonus PON 2016 Tak Sesuai Janji, Atlet Jabar Kecewa

Selasa, 15 November 2016 18:11 WIB
Editor: Ramadhan
 Copyright:

Pada acara Syukuran Jabara Kahiri di Gymnasium UPI Jalan Setiabudhi, Minggu (13/11/16) kemarin, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengumumkan nominal bonus untuk atlet Jawa Barat yang berprestasi di pentas PON Jabar 2016.

Heryawan mengungkapkan bahwa jumlah bonus tersebut adalah Rp200 juta per atlet yang meraih medali emas. Sayangnya, bonus tersebut justru membuat atlet Jabar kecewa.

Pasalnya, di awal Heryawan mengatakan bahwa nominal bonus yang akan diberikan kepada para atlet Jabar akan lebih besar dibandingkan atlet PON dari provinsi lain. Namun, akhirnya Heryawan harus mengikuti aturan Kemenpora soal bonus atlet PON yang tidak boleh melebihi bonus atlet SEA Games yakni Rp200 juta.

”Sebenarnya kami ingin memberikan nominal bonus lebih kepada para atlet tetapi karena ada peraturan dari Kemenpora yang menyatakan bonus untuk atlet tidak boleh melebihi bonus SEA Games yaitu Rp200 juta, kami harus tunduk pada peraturan tersebut,” kata Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan seperti dikutip dari Pikiran Rakyat.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

Namun, kabarnya sejumlah atlet Jabar justru kecewa dengan kepastian soal nominal bonus tersebut. Apalagi, sejumlah atlet Jabar sudah bekerja keras dan berhasil menyumbangkan medali emas untuk tuan rumah

“Mendengar pernyataan Gubernur kemarin, banyak teman-teman yang langsung kecewa,” ujar Nurdin, salah seorang atlet angkat berat Jabar.

Menurut Nurdin, besaran bonus bukan menjadi masalah utama. Namun realisasi janjilah yang diinginkan para atlet.

“Kalau sejak awal bilang Rp200 juta tidak akan jadi masalah. Sekalipun alasannya karena anggaran tidak mencukupi, kami tidak akan mengeluh," kata Nurdin.

Sementara salah seorang peraih emas atletik, Eki menegaskan, ia dan rekan-rekan yang lain merasa seperti diangkat tinggi kemudian dihempaskan. “Harus diakui, besaran bonus yang dijanjikan sebelumnya dalam beberapa pertemuan, mengangkat motivasi kami saat bertanding,” ujarnya.

Eki menambahkan, para atlet memang berjuang dan berkorban demi prestasi dan nama baik Jabar. Namun tak bisa ditampik bahwa janji bonus besar juga menjadi salah satu kunci keberhasilan mereka.


Salah satu momen saat pemberian medali di cabang angkat besi PON Jabar 2016.

Hal itu bukan karena atlet materialistis namun realitanya atlet juga butuh penghidupan. Apalagi mereka sudah mengorbankan waktu dan kebersamaan dengan keluarga selama menjalani pelatda dua tahun terakhir.

Eki menambahkan, Gubernur juga tidak bisa begitu saja menjamin daerah lain tidak memberikan bonus lebih besar dari Jabar. “Kabar dari teman-teman atlet di beberapa provinsi lain, bonus mereka lebih besar dan sudah cair,” katanya.

Menurut Eki, ia mendapat kabar langsung dari rekannya yang meraih emas untuk kontingen Aceh. Mereka diberi bonus Rp250 juta ditambah sepeda motor.