Sekjen Pengurus Pusat Persatuan Criket Indonesia (PP PCI), Arsyad Ahmadin mengatakan, pihaknya tengah melakukan upaya agar tim kriket dikirim ke Malaysia. Salah satunya dengan melakukan koordinasi dengan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima).
"Kami ingin mencetak sejarah dengan meraih medali emas pada penampilan perdana. Makanya saat ini kami menunggu panggilan dari Satlak Prima," katanya.
Terkait dengan atlet, Arsyad mengaku sudah tidak ada masalah karena pihaknya telah melakukan seleksi yang salah satunya melalui Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat beberapa waktu yang lalu. Saat ini, pihaknya telah mengantongi nama-nama nama atlet, baik putra maupun putri yang memenuhi kualifikasi.

Timnas kriket Indonesia.
"Soal materi atlet tidak perlu dikhawatirkan. Begitu ada panggilan, kita akan langsung menyerahkan daftar nama-nama atlet baik putra maupun putri," kata Arsyad menambahkan.
Meski terbilang baru di Indonesia, kriket memang mulai diterima di masyarakat. Terbukti, cabang olahraga ini sudah dipertandingkan pada pesta olahraga empat tahunan terbesar di Indonesia. Bahkan, timnas Indonesia juga sudah melakukan uji coba internasional.
Timnas putri dalam uji coba internasionalnya mampu mengalahkan Korea Selatan dengan skor 4-1. Begitu juga dengan timnas putra yang sukses mengalahkan Malaysia dengan skor 3-1. Negeri Jiran ini merupakan salah satu rival Indonesia pada SEA Games 2017 mendatang.

Cricket mulai dikenal masyarakat Indonesia.
Demi meningkatkan performa atlet, PP PCI yang dipimpin Aziz Syamsudin terus melakukan pemusatan latihan. Bahkan, Timnas kriket ini bakal diturunkan pada kualifikasi Kejuaraan Dunia Kriket 2018 di Melbourne, Australia, Februari 2017 nanti.
"Pak Azis sangat perhatian dengan perkembangan prestasi kriket Indonesia. Makanya, seluruh program peningkatan prestasi baik itu pertandingan uji coba atau pertandingan resmi terus dipenuhi," kata Arsyad menegaskan.