Rusia Akui Penggunaan Doping untuk Atlet di Olimpiade

Rabu, 28 Desember 2016 17:38 WIB
Editor:
 Copyright:

Vitaly Smirnov, pejabat yang ditunjuk oleh Perdana Menteri Rusia,Vladimir Putin untuk membenahi lembaga anti doping Rusia mengakui bahwa adanya penggunaan obat terlarang di kalangan atlet mereka. 

"Temuan ini ialah konspirasi dari banyak lembaga di Rusia," kata Anna Antseliovich, direktur umum lembaga anti doping Rusia mengonfirmasi pernyataan dari Smirnov. 

Seperti dilansir BBC, laporan terkait pengunaan doping oleh atlet Rusia mengungkap bahwa ada 1000 atlet asal Rusia yang menggunakan doping dalam rentang waktu 2011 hingga 2015. 

"Dari sudut pandang saya sebagai mantan menteri olahraga, presiden komite Olimpiade, kami membuat banyak kesalahan," kata pria berusia 81 tahun tersebut. 

Smirnov juga tidak membantah soal catatan medis atlet yang terlibat doping yang dibocorkan oleh sekelompok hacker bernama Bears Fancy.

Sebelumnya pada Juli lalu, World Anti-Doping Agency (WADA) sudah meminta kementrian olahraga Rusia untuk mengendalikan dan mengawasi secara ketat terkait dugaan penggunaan doping oleh atlet Rusia. 

Richard McLaren, pengacara olahraga asal Kanada mengatakan bahwa keterlibatan doping pada Olimpiade 2012 di London lalu sangat merusak dan dianggap sebagai kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

Dalam laporan McLaren tersebut, Rusia memanipulasi laporan urine atlet mereka yang terlibat doping. Manipulasi itu dilakukan dengan menggunakan garam dan kopi. 

Sekadar informasi, pada Olimpiade London lalu, Rusia mampu meraih 82 medali, 24 medali emas, 26 medali perak, dan 32 medali perunggu.