14 Atlet PON Gunakan Doping, Ini Tanggapan Menpora

Selasa, 10 Januari 2017 20:59 WIB
Editor:
© Ginanjar/INDOSPORT
Menpora, Imam Nahrawi memberi komentarnya terkait atlet PON Jabar 2016 yang menggunakan doping. Copyright: © Ginanjar/INDOSPORT
Menpora, Imam Nahrawi memberi komentarnya terkait atlet PON Jabar 2016 yang menggunakan doping.

Seperti diketahui ada kabar kurang sedap di balik kesuksesan pergelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat 2016 lalu. Bagaimana tidak, pasca perhelatan PON sebanyak 14 atlet diduga menggunakan doping.

Permasalahan ini pun ternyata sudah diketahui oleh Menpora Imam Nahrawi. Bagi pria asal Bangkalan ini permasalahan ini akan diserahkan kepada Komis Disiplin (Komdis) PON.

"Kemarin sudah diumumkan oleh Pak Gubernur, setelah itu baru PB PON melimpahkan ke Komdis nanti mereka yang ambil keputusan," ucap Imam saat ditemui di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta.


14 atlet PON dilaporkan positif menggunakan doping.

"Pertama mereka memberi peluang kepada 14 orang itu untuk memberikan hak jawab. Bila sudah positif dari hak jawab itu baru diambil keputusan, apakah termasuk pelanggaran ringan, berat atau sampai pengambilan medalinya atau diturunkan grade-nya atau tak boleh tanding dalam kurun waktu tertentu," jelas dia.

Namun karena permasalahan ini, pria yang kerap disapa Cak Imam ini sedikit memberikan pekerjaan rumah kepada LADI, di mana dia ingin LADI lebih jeli dalam mensosialisasikan akan jenis yang termasuk doping.


Imam Nahrawi ingin LADI lebih spesifik menjelaskan zat yang termasuk doping.

"Pasca PON ke depannya akan lebih ketat, saya perintahkan kepada LADI bahwa setiap multi event dan single event harus ada sosialisasi anti doping. Apa saja kriteria yang masuk dalam kategori doping. Takutnya yang biasa kita konsumsi masuk kategori doping, padahal kita tahunya itu suplemen," tegas dia.

102