Tepat tanggal 16 Januari 21 tahun yang lalu, Malcolm Glazer resmi membeli klub Tampa Bay Buccaneers setelah pemilik sebelumnya, Hugh Culverhouse, meninggal dunia.
Setelah diambil alih Glazer, Tampa Bay seolah mendapat rentetan keberuntungan. Klub asal Florida tersebut menang 131 pertandingan musim reguler, mendapat tempat di tujuh pertandingan play off, dan menang Super Bowl untuk pertama kalinya di Super Bowl ke-37.
Glazer, yang telah meninggal dunia 28 Mei 2014 lalu ini berjasa besar bagi para penggemar Tampa Bay. Ia kerap mengadakan aktivitas yang mendekatkan klub Tampa Bay dengan para penggemarnya.

Malcolm Glazer (kanan), memegang trofi setelah Tampa Bay Buccaneers menang Super Bowl 2003.
Sukses berekspansi di bidang olahraga, Glazer pun memutuskan kembali membeli klub olahraga. Ia membeli saham klub bola paling menguntungkan di dunia, Manchester United.
Glazer membeli saham Red Devils senilai 790 juta poundsterling (Rp12,8 triliun) secara bertahap di antara tahun 2003 sampai 2005. Namun kepemilikan ini mendapat protes dari para fans Man United. Pasalnya, klub itu berubah dari salah satu klub terkaya menjadi salah satu klub dengan hutang terbanyak.
Glazer pun dilaporkan tak pernah menginjakkan kakinya di Old Trafford. Musim 2005-06 pun hanya berakhir dengan Man United memenangkan Piala Liga. Setelah akhir hayatnya, keluarga Glazer masih memegang 90 persen saham Man United yang dibagi sama rata di antara keenam anaknya.
Sukses menjadi pebisnis, Glazer juga tak lupa melakukan banyak kegiatan amal. Ia mendirikan Glazer Family Foundation, sebuah badan amal yang didedikasikan untuk membantu warga Tampa Bay.
Salah satu kegiatan amalnya juga berkecimpung di bidang olahraga. Glazer mendirikan organisasi bernama Tampa Bay Sports Commission. Organisasi tersebut mensponsori kegiatan-kegiatan olahraga bagi anak-anak muda.